RADAR GRESIK-Beberapa minggu ini cuaca dan udara di Kabupaten Gresik begitu sejuk, dingin dan seringkali terjadi hujan. Hal itu berbeda dari biasanya yang udara, cuaca dan terik panas matahari di Gresik begitu menyengat.
Suasana syahdu, sejuk dan seringnya hujan di Gresik ini banyak warga yang mengibaratkan seperti cuaca di Batu dan Malang.
Salah satu warga Wringinanom Kabupaten Gresik, Umy Lathifah merasakan cuaca beberapa hari ini tak seperti biasanya. Bahkan, suasana sejuk itu membuatnya bernostalgia kuliah di Malang beberapa tahun lalu.
“Kebetulan saya kuliah di Malang dulu. Cuaca dan udara di Gresik beneran ini seperti di Malang dan Batu,” kata FKIP Dosen Universitas Gresik tersebut.
Warga Gresik lainnya, Novia juga mengaku tidak merasakan terik matahari dan awan di Gresik seperti mendung seharian. “Biasanya rumah sering kotor, debu masuk di lantai. Rumah keset banget karena udara juga sejuk. Kadang hujan angin juga, tiba-tiba berhenti,” kata Novia.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkap penyebab cuaca di sebagian besar daerah hingga sepekan ke depan dipicu akibat adanya intervensi bibit siklon tropis.
Tiga bibit siklon tropis; Bibit Siklon Tropis 91S, 94S, dan 93P termonitor berada di sekitar Samudera Hindia selatan Jawa, Laut Timor, dan Laut Australia menunjukkan pengaruh terhadap wilayah Indonesia bagian selatan.
Berdasarkan analisis meteorologi diketahui bahwa Bibit Siklon Tropis 91S memiliki kecepatan angin maksimum 30-35 knots (56 – 65 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 994 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon tropis pada kategori sedang-tinggi dalam 24 jam ke depan.
Selanjutnya, bibit Siklon Tropis 94S memiliki kecepatan angin maksimum 15 - 20 knots (28 - 37 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 999.9 hPa, pergerakan ke arah timur-tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon Tropis pada kategori rendah dalam 24 jam ke depan.
Baca Juga: Cuaca Panas di Kota Gresik, Yuk Jaga Kulit Tubuhmu Agar Tak Kering, Berikut Tipsnya
Begitu pula, Bibit Siklon Tropis 93P memiliki kecepatan angin maksimum 20 - 25 knots (37 - 46 km/jam), tekanan udara di pusat sistem sebesar 1003 hPa, pergerakan ke arah tenggara, dan peluang untuk menjadi Siklon Tropis pada kategori rendah dalam 24 jam ke depan.
Menurut dia, kombinasi pengaruh fenomena-fenomena tersebut diprakirakan menimbulkan potensi hujan dengan intensitas sedang-lebat yang disertai kilat, dan angin kencang di 18 daerah sepekan ke depan, atau setidaknya meningkat hingga 18 Maret 2024.
Deputi Bidang Meteorologi Guswanto menambahkan berdasarkan hasil analisa terkini pihaknya menetapkan beberapa daerah berstatus siaga dan waspada bencana hidro-meteorologi atas adanya peningkatan curah hujan mulai dari 14 - 16 Maret 2024. “Ada beberapa yang berstatus siaga, namun beberapa sejuk dan dingin,” kata Guswanto. (han)
Editor : Hany Akasah