RADAR GRESIK- Puluhan jamaah asal Kabupaten Gresik merasa kecele saat datang ke sejumlah kantor Bank Syariah untuk melakukan pelunasan. Sebab, pihak bank menyatakan pelunasan haji masih belum bisa dilakukan meskipun tahap pelunasan ke I sudah sesuai jadwal.
Supervisor Operasional Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Gresik Kartini, Nur Faizah mengakui, pada jadwal hari pertama pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) ada sejumlah CJH yang datang ke kantornya untuk melakukan pelunasan.
Namun mereka terpaksa harus pulang kembali ke rumah lantaran pihak bank belum mendapatkan surat dari Kementrian Agama Gresik perihal besaran ONH tahun 2024.
"Kami sampaikan kepada CJH yang datang bahwa pelunasan masih belum bisa dilakukan pada hari pertama ini," kata Nur Faizah.
Meski loket pelunasan BIPIH belum bisa dioperasikan namun pihaknya BSI Kartini telah melakukan sejumlah persiapan untuk mengantisipasi tingginya animo jamaah yang melakukan pelunasan. Diantaranya dengan membuka dua loket khusus pelunasan haji dan menyiapkan nomor urut bagi CJH yang datang.
"Di BSI Kartini kami membuka 4 Customer Service. Jika selama ini melayani umum, khusus pada momen pelunasan haji ini 2 loket akan kami gunakan khusus melayani jamaah yang akan melakukan pelunasan BIPIH," tandas Nur Faizah.
Di tempat terpisah, Kepala Seksi Pelayanan Haji dan Umroh (PHU) Kantor Kementrian Agama Gresik, Lulus membenarkan jika sampai dengan hari pertama jadwal pelunasan BIPIH pihaknya belum menerima Keputusan Presiden terkait besaran BIPIH untuk embarkasi Surabaya.
Hal inilah yang membuat perbankan belum bisa membuka loket pelunasan.
"Pelunasan tahap I ini bisa dilakukan setelah Kepres turun. Baru selanjutnya disusul Peraturan Menteri Agama dan Peraturan Dirjen yang berisi tentang petunjuk pelaksanaan (Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juknis) haji," kata Lulus.
Baca Juga: Kecelakaan Maut, Dibonceng Putrinya, Guru Asal Ujungpangkah Tewas Terlindas Tronton di Manyar Gresik
Meski demikian dia optimis jika Kepres tentang haji akan turun dalam minggu ini. Pihaknya pun meminta CJH yang sudah mendapatkan surat panggilan tes kesehatan untuk mendatangi fasilitas layanan kesehatan sesuai dengan undangan. Hal ini dikarenakan pada keberangkatan haji tahun ini ada sedikit perubahan kebijakan yakni CJH yang bisa melakukan pelunasan adalah CJH yang dinyatakan Istita'ah (sehat).
"Kalau dulu pelunasan dulu baru tes atau bersamaan. Namun saat ini berubah, harus tes dulu, dinyatakan istita'ah baru boleh melakukan pelunasan. Dan ini semua sistemnya saling terkoneksi, jadi kami bisa langsung tahu siapa yang bisa berangkat dan tidak secara realtime," pungkas Lulus.
Baca Juga: Kalah Dramatis, Gresik United Tersungkur di Kandang PSBS Biak Papua
Berdasarkan informasi, pada tahun ini rencananya ada sebanyak 2.034 CJH asal Gresik dan 200 CJH cadangan. Sedangkan biaya pelunasan haji diprediksi mengalami kenaikan yakni sekitar Rp 100 juta per orang dengan subsidi pemerintah sebesar 40 persen. Artinya CJH diminta untuk menyiapkan dana pelunasan BIPIH sebesar Rp 35 juta per orang. (fir/han)
Editor : Hany Akasah