Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Pembangunan Smelter Freeport Capai 81 Persen, Wamen BUMN: Indonesia Bakal Punya Emas Batangan Dalam Negeri

Muhammad Firmansyah • Jumat, 10 November 2023 | 02:16 WIB
Progresif : Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmojo (dua dari kanan) didampingi Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mendapatkan penjelasan dari Manager Kontruksi, Sulaiman terkait progres proyek
Progresif : Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmojo (dua dari kanan) didampingi Presdir PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mendapatkan penjelasan dari Manager Kontruksi, Sulaiman terkait progres proyek

 

RADAR GRESIK- Pembangunan fasilitas pengolahan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Java Intergraterd Industrial Port Estate (JIIPE) terus dikebut. Proyek yang merupakan bagian dari program hilirisasi pemerintah tersebut saat ini telah sampai 81 persen dan ditargetkan beroprasi pada Mei 2024 mendatang.

Progres pembangunan Smelter PT Freeport Indonesia disampaikan langsung oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas kepada Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Republik Indonesia, Kartika Wirjoatmodjo dalam kunjungan kerja ke proyek pembangunan smelter Kamis, (09/11) kemarin.

"Saat ini progres telah mencapai 81 persen. Kita harapkan untuk pekerjaan kontruksi 100 persen bisa selesai bulan depan atau akhir 2024. Setelah itu kami melanjutkan dengan kegiatan precommisioning yakni dengan menyambungkan bagian satu dengan yang lain," kata Tony.

Diungkapkan, saat ini pihaknya menghadapi sejumlah tantangan dalam penyelesaian smelter antara lain, manajemen proyek yang tidak mudah, kompleksitas kontruktsi yang rumit, banyaknya sub-kontraktor dan tenaga kerja yang terlibat serta faktor anomali cuaca. Meski demikian PTFI tetap berkomitmen agar bisa memadukan semua tantangan tersebut sehingga proyek tetap on the track.

"Anggaran yang sudah terserap dalam proyek ini mencapai Rp 43 triliun," imbuhnya.

Sementara itu, hingga kuartal III/2023 PTFI telah berkontribusi terhadap nilai realisasi investasi untuk hilirisasi.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi untuk hilirisasi di sektor mineral senilai Rp151,7 triliun dimana tembaga memberikan kontribusi sebesar Rp 47,6 triliun.

Dengan sumber daya yang ada di Indonesia serta dengan program percepatan investasi, Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan dalam pertambangan dan hilirisasi.

“Sudah banyak investasi yang mau masuk di Indonesia untuk membuat value added yang akan lebih banyak lagi. Demand produk tambang akan semakin tinggi dan ini merupakan peluang dan Indonesia akan menjadi pemain yang diperhitungkan di dunia,” kata Tony Wenas.

Baca Juga: Ambisi Naik Tingkat ke Liga 1, Gresik United Rekrut Mantan Bek Persebaya Surabaya dan Persija Jakarta

Mendengar paparan dari Tony Wenas, Wakil Menteri BUMN, Kartika Wirjoatmodjo sebagai perwakilan dari pemerintah menyampaikan proyek smelter PTFI sangat fundamental untuk meningkatkan daya saing Indonesia, dan mengurangi ketergantungan terhadap impor beberapa material utama untuk ekonomi Indonesia.

"Sebentar lagi indonesia memiliki emas batangan yang diproduksi di dalam negeri yang selama ini masih impor. Ini merupakan sebuah hal yang membanggakan," tegasnya.

Tiko (sapaan akrabnya) menyebut, saat ini PTFI salah satu perusahaan yang memberikan kontribusi terbesar ke negara, dalam bentuk pajak, royalti. Untuk itu pihaknya ingin produksi Freeport dari hulu hingga smelter sesuai harapan.

"Kami terus mendorong agar operasional PTFI ini berjalan dengan baik dan selalu mengedepankan ramah lingkungan dan tentunya akan memberikan manfaat bagi Kabupaten Gresik," harapnya.

Sementara itu, dalam pembangunan smelter kedua ini, PTFI telah menanamkan investasi hingga 2,9 miliar dolar Amerika Serikat atau setara 43 triliun rupiah per akhir Oktober 2023, dari total anggaran 3 miliar dolar Amerika.

Setelah beroperasi penuh, smelter ini akan mampu mengolah konsentrat tembaga dengan kapasitas produksi 1,7 juta dry metric ton (dmt) dan menghasilkan katoda tembaga hingga 600.000 ton per tahun.

PTFI terus menyelesaikan beberapa pekerjaan guna penyelesaian konstruksi fisik pada akhir Desember 2023, kemudian akan melalui tahap pre-commissioning dan commissioning untuk memastikan seluruh fasilitas berfungsi tanpa kendala dan memulai kegiatan operasionalnya pada akhir Mei 2024.

Setelah beroperasi, smelter kedua ini akan mencapai kapasitas produksi penuh pada Desember 2024. (fir)

Editor : Hany Akasah
#BUMN #Smelter #ptfi #Emas #Freeport #hilirisasi #mineral #Batangan #Pemerintah #wamen #KEK #JIIPE #Investasi #Indonesia