GRESIK - Setelah memakan waktu hingga lebih dari satu minggu, monumen Tugu Manyar yang ada didepan pintu masuk kawasan Desa Manyar Kompleks akhirnya berhasil diangkat. Kendati demikian, pemindahan tugu Manyar ini membutuhkan upaya yang tidak mudah dan memakan biaya yang tidak sedikit.
Pantauan dilapangan, sejak dimulainya rencana pemindahan tugu yang diawali doa bersama masyarakat seminggu lalu, monumen tugu Manyar yang dibangun era Kyai Sahlan tak kunjung bisa diangkat.
Sejumlah spekulasi pun mewarnai pemindahan tugu mulai dari faktor teknis yakni bobot tugu yang terlalu berat hingga faktor non teknis seperti hal yang berbau klenik.
Baca Juga: Pertahankan Nilai Historis, BBPJN Pertahankan Tugu Manyar
Camat Manyar, Zainul Arifin mengatakan, sulitnya relokasi tugu tidak lain lantaran tim pelaksana proyek tidak ingin merusak stuktur bangunan sehingga harus sangat berhati-hati.
Menurut dia, semula tugu diperkirakan tidak memiliki struktur dibagian bawah sehingga bisa langsung diangkat, namun ternyata setelah digali bangunan tugu memiliki pondasi.
"Teknik yang digunakan yakni menggali seluruh tanah yang ada disekitar tugu kemudian diangkat menggunakan alat berat," ujarnya.
Dijelaskan, proses penggalian memakan waktu yang cukup lama lantaran tim pelaksana proyek tidak ingin bangunan tugu rusak. Bahkan untuk melindungi badan tugu tim pelaksana menggunakan bahan pelindung seperti busa.
Sementara itu, untuk memindahkan tugu yang diperkirakan memiliki berat diatas 10 ton itu pelaksana proyek harus mendatangkan dua alat berat yang masing-masing berfungsi untuk mengangkat badan tugu dan menggali tanah.
"Alhamdulillah pada pukul 14.30 akhirnya tugu Manyar berhasil diangkat dan akan ditempatkan diarea yang sudah direncanakan sehingga proyek bisa dilanjutkan ke tahap pengaspalan," tandasnya.
Sementara itu, warga setempat yakin bahwa pembangunan tugu Manyar ini tidak terlepas dari kontribusi tokoh agama terkemuka, KH Sahlan. Gus Ahmad Suhaili Idris, cucu dari KH Sahlan, mengungkapkan bahwa tugu ini memiliki filosofi yang menggambarkan semangat kemerdekaan. Para pendahulu tokoh desa Manyar Komplek telah membangun tugu ini dengan mengandalkan filosofi yang kuat.
Bagian ujung tugu yang berwarna putih menampilkan garis mengerucut sebanyak 17, melambangkan tanggal kemerdekaan Indonesia. Di bagian bawah garis kotak warna biru tugu terdapat 8 garis, melambangkan bulan kemerdekaan Indonesia. Dan pada bagian bawah tugu, ada garis-garis kotak berwarna hijau sebanyak 45, yang mengingatkan kita pada tahun kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. (fir/han)
Editor : Hany Akasah