Kepala Desa Tambakreho Latib menuturkan acara sedekah bumi itu digelar setiap tahun.
"Sedekah bumi ini sebagai bentuk rasa syukur warga kami atas hasil bumi selama satu tahun, namun dua tahunan ditiadakan karena pandemi. Kebanyakan masyarakat kami sebagai petani, " ujarnya, Minggu (24/7).
Sedekah bumi di Dusun Klampisan ini merupakan acara sedekah bumi yang kedua di gelar, sebelumnya juga diadakan sedekah bumi di Dusun Kaliombo. " Sedekah Bumi di Desa Tambakrejo digelar di setiap dusun, sudah kedua kalinya digelar dalam tahun ini. Mulai arak tumpeng raksasa dan pagelaran wayang kulit, " jelasnya.
Dengan adanya sedekah bumi itu warga Desa Tambakrejo bisa saling gotong - royong dan guyub membangun Desa Tambakrejo. Tradisi sedekah bumi arak tumpeng nantinya tumpeng tersebut juga dibagikan di warga, dilakukan dengan tata cara sesuai syariat Islam. Malam harinya digelar kesenian wayang kulit. "Sejak dulu setiap menggelar sedekah bumi juga diadakan pagelaran wayang kulit, " ungkapnya.
Salah satu warga Dusun Kaliombo Andre mengatakan, warga senang dengan di adakanya kembali sedekah bumi di tahun ini. Selama 2 tahun kemarin sempat ditiadakan karena ada pandemi covid -19.
" Sedakah bumi warga Dusun klampisan sebagai bentuk syukur terhadap Tuhan yang Maha Esa atas limpahan hasil alam yang sangat melimpah. Warga juga berdoa untuk di jauhkan dari marah bahaya maupun segala penyakit," pungkasnya.(*/han) Editor : Hany Akasah