Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Penjual Daging Kurban Dadakan Di Pasar Gresik Diserbu Pembeli

Hany Akasah • Selasa, 12 Juli 2022 | 13:00 WIB
Laris Manis : Para penjual daging kurban dadakan membanjiri area pasar Gresik. (Ist./Radar Gresik)
Laris Manis : Para penjual daging kurban dadakan membanjiri area pasar Gresik. (Ist./Radar Gresik)
GRESIK - Momentum Hari Raya Idul Adha di Gresik setiap tahunnya diwarnai dengan hal yang menarik. Salah satunya munculnya pedagang daging kurban dadakan di area Pasar Kota Gresik.

Umumnya para penjual daging itu menjajakan daging yang diberikan oleh pengurus masjid. Namun tidak jarang juga ada yang membeli dari tetangga dan kemudian dijual lagi dengan harga yang lebih tinggi.

Nah, rupanya merebaknya wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) membuat aktivitas jual beli daging kurban dadakan ini menggeliat. Bahkan tidak jarang pedagang sampai menaikkan harga dari tahun sebelumnya.

Seperti yang dirasakan Samiatun, 47, warga Kelurahan Lumpur. Dia mengaku harga daging yang mengalami kenaikan menjadi berkah untuknya.

"Hari ini bawa 10 kilo semua habis terjual," ujar Samiatun.



Hal yang sama dialami, Suaibah, 51, pedagang yang biasanya menjual sayuran di Pasar Baru Gresik ini banting setir menjual daging hewan kurban sapi dengan harga Rp 80 ribu hingga Rp 100 ribu per kilogram. "Kalau tulang, satu kilogramnya hanya Rp 20 ribu," kata dia.

Suaibah membuka lapak dagangannya mulai pukul 10.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Daging sapi hasil nempil, biasanya diburu oleh pedagang bakso atau soto.

"Biasanya ada saja yang borong. Bisa 20 kilo, hari ini banyak yang mau memborong, tapi penawarannya belum cocok," tandasnya

Imron, 56, salah satu pedagang daging, mengatakan tahun ini harga daging sapi mengalami kenaikan sebesar Rp 20 ribu dari harga normal. Sebelumnya harga daging sapi Rp100 per kilo naik menjadi Rp 120 ribu per kilo. Sementara daging tetelan yang sebelumnya Rp 50 ribu per kilo menjadi Rp70 ribu per kilo.

"Wabah PMK tidak terlalu berpengaruh. Malah naik harganya karena cari daging sapi sekrang susah," tuturnya.

Meski hanya pedagang dadakan namun Imron  memastikan daging sapi yang dijual dalam kondisi yang sehat. Sebab ternak sapi para pedagang sudah melalui proses pemeriksaan dari Dinas Peternakan sebelum disembelih di masjid. (fir/han) Editor : Hany Akasah
#Idul Adha 1443 H #hewan kurban #pedagang daging #Pasar Gresik