Para pengemis itu ada yang membawa anak kecil sambil membawa karung. Sambil duduk-duduk para pengemis tersebut, menunggu pemberian orang yang sedang melintas.
Baca Juga : Dua Pengemis Ngaku Dipaksa dan Setor ke Oknum Anggota Satpol PP
Fenomena ini bisa ditemui selepas ashar hingga waktu berbuka puasa. Mereka menunggu orang-orang memberikan makanan takjil hingga bingkisan. Semakin mendekati Hari Raya Idul Fitri, keberadaan orang-orang ini akan semakin banyak. Para pengemis ini bukan berasal dari Gresik melainkan dari luar kota.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Gresik Ummi Khoiroh mengatakan, pihaknya belum melihat secara langsung kegiatan tersebut. Pasalnya, tim monitoring akan diterjunkan untuk memutari jalan yang terdapat potensi adanya para pengemis. "Saat ini tim kami sudah diterjunkan untuk melakukan monitoring," ujarnya.
Tim yang akan diterjunkan masih memastikan ke lokasi sebelum mengambil tindakan. “Biar kami tahu dulu yang terjadi di lapangan, nanti langkahnya bagaimana mengacu hasil monitoring," jelasnya.
Sementara Fakhri ,26, warga asal Desa Suci, Kecamatan Manyar, Gresik menyatakan fenomena maraknya pengemis di sepanjang Jalan Perum GKB setiap hari ada. Namun, di Bulan Ramadan jumlahnya semakin banyak. Ini karena warga yang melintas sekalian memberi sedekah.
"Kalau tidak segera ditertibkan bisa menjamur. Jadi mohon kepada pemerintah daerah segera ada tindakan tapi yang humanis," pungkasnya.(yud/han) Editor : Hany Akasah