alexametrics
28 C
Gresik
Tuesday, 17 May 2022

Dua Pengemis Ngaku Dipaksa dan Setor ke Oknum Anggota Satpol PP

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik mengamankan dua ibu pengemis yang membawa anak, di lampu merah Nippon Paint Gresik, Rabu (29/12). Mereka adalah Lailatul Fitriya, 20 dengan anaknya bernama Augustin Giorgina Anella usia empat bulan. Pengemis satunya Meisya Novita Sari, 33 dengan membawa anak Hafiz Al Adzkhan, 5 dan Ghazal Altafarizki, 3. Keduanya berasal dari Surabaya dan berangka ke Gresik pagi hari hanya untuk mengemis.

Saat dikonfrontir alasan mengemis dengan membawa anak di bawah umur, Lailatul mengaku diminta seseorang mengemis. Ciri pria tersebut yakni berbedan tinggi, berambut hitam dan full bertato. Dari hasil mengemis tersebut, Lailatul menyetor uang ke pria tersebut Rp 150 ribu per bulan. “Jika tidak menyetor, kami diancam untuk dibawa ke kantor Satpol PP dan dipenjara,” aku Lailatul.

Menanggapi pengakuan Lailatul, Kepala Bidang (Kabid) Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengatakan, jika tidak ada anggota Satpol PP yang memiliki tato dan berambut panjang. “Kami akan terus melakukan operasi kepada orang yang mengatasnamakan Satpol PP Gresik serta mulai saat ini akan dilakukan operasi kepada oknum tersebut,”jelasnya.

Dikatakannya, Satpol PP melakukan operasi atau monitoring dengan Unit Reaksi Cepat (URC) di perempatan dan pertigaan atau di lampu merah. “Satpol PP mengamankan Dua ibu dan tiga anak yang masih di bawah umur. Mereka menangis di perempatan Sentolan Gresik dan di lampu merah Nippon Paint,”ujarnya Sulyono.

Tidak berhenti di situ, petugas akan menertibkan jalan – jalan terutama kepada pengemis yang membawa anak – anak. Penertiban itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda)Nomor 15 tahun 2013 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

Rencananya, pihaknya juga akan mengundang dari KBPPPA Gresik dan Dinsos Gresik untuk mengadakan konseling terkait psikolognya. “Kami akan kirim mereka ke selter Cerme Dinsos Gresik, supaya tidak kembali meminta – minta,” harapnya.

Sementara Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto mengatakan, kedua pengemis dan anaknya akan ditempatkan sementara di selter Dinsos di Cerme untuk dibina.  Jika, keduanya kembali melanggar akan dikenakan sanksi kurungan pidana tiga bulan atau denda sebesar Rp. 50 juta.

Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBPPPA Gresik Ajik Abdani dan Marom mengatakan, pihaknya siap memberikan fasilitas dan mendampingi psikologi pengemis. “Kami akan berupaya supaya mereka tidak kembali menjadi pengemis dan tidak trauma, terutama anak-anaknya,” harapnya. (jar/han)

GRESIK – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Gresik mengamankan dua ibu pengemis yang membawa anak, di lampu merah Nippon Paint Gresik, Rabu (29/12). Mereka adalah Lailatul Fitriya, 20 dengan anaknya bernama Augustin Giorgina Anella usia empat bulan. Pengemis satunya Meisya Novita Sari, 33 dengan membawa anak Hafiz Al Adzkhan, 5 dan Ghazal Altafarizki, 3. Keduanya berasal dari Surabaya dan berangka ke Gresik pagi hari hanya untuk mengemis.

Saat dikonfrontir alasan mengemis dengan membawa anak di bawah umur, Lailatul mengaku diminta seseorang mengemis. Ciri pria tersebut yakni berbedan tinggi, berambut hitam dan full bertato. Dari hasil mengemis tersebut, Lailatul menyetor uang ke pria tersebut Rp 150 ribu per bulan. “Jika tidak menyetor, kami diancam untuk dibawa ke kantor Satpol PP dan dipenjara,” aku Lailatul.

Menanggapi pengakuan Lailatul, Kepala Bidang (Kabid) Trantibun Satpol PP Gresik, Sulyono mengatakan, jika tidak ada anggota Satpol PP yang memiliki tato dan berambut panjang. “Kami akan terus melakukan operasi kepada orang yang mengatasnamakan Satpol PP Gresik serta mulai saat ini akan dilakukan operasi kepada oknum tersebut,”jelasnya.

-

Dikatakannya, Satpol PP melakukan operasi atau monitoring dengan Unit Reaksi Cepat (URC) di perempatan dan pertigaan atau di lampu merah. “Satpol PP mengamankan Dua ibu dan tiga anak yang masih di bawah umur. Mereka menangis di perempatan Sentolan Gresik dan di lampu merah Nippon Paint,”ujarnya Sulyono.

Tidak berhenti di situ, petugas akan menertibkan jalan – jalan terutama kepada pengemis yang membawa anak – anak. Penertiban itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda)Nomor 15 tahun 2013 tentang ketentraman dan ketertiban umum.

Rencananya, pihaknya juga akan mengundang dari KBPPPA Gresik dan Dinsos Gresik untuk mengadakan konseling terkait psikolognya. “Kami akan kirim mereka ke selter Cerme Dinsos Gresik, supaya tidak kembali meminta – minta,” harapnya.

Sementara Kepala Satpol PP Gresik, Suprapto mengatakan, kedua pengemis dan anaknya akan ditempatkan sementara di selter Dinsos di Cerme untuk dibina.  Jika, keduanya kembali melanggar akan dikenakan sanksi kurungan pidana tiga bulan atau denda sebesar Rp. 50 juta.

Petugas Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) KBPPPA Gresik Ajik Abdani dan Marom mengatakan, pihaknya siap memberikan fasilitas dan mendampingi psikologi pengemis. “Kami akan berupaya supaya mereka tidak kembali menjadi pengemis dan tidak trauma, terutama anak-anaknya,” harapnya. (jar/han)

Most Read

Berita Terbaru

/