Sekretaris DLH Gresik, Ketut Pratikno mengatakan, sudah melakukan pemangkasan ranting pohon terutama di wilayah kota. Namun untuk wilayah kecamatan masih dilakukan bertahap, karena masih terkendala dengan armada dan alat pemotong pohon (skywalker). "Kami masih melakukan pemangsakan di kota, wilayah lainnya masih menyusul. Kami keterbatasan tim atau armada serta alat pemotong pohon (ranting) serta truk pengangkut pohon yang sudah dipotong,"kata Ketut.
Sementara itu, Kepala DLH Gresik, Mokh Najikh mengatakan, sebenarnya keberadaan pohon di Gresik diperlukan guna penghijauan, peneduh sekaligus penyaring udara kotor. Salah satunya dengan mereduksi gas CO2 supaya menjadi oksigen yang dibutuhkan semua makhluk hidup.
Meski begitu, pihaknya tidak memungkiri saat penghujan cuaca yang ekstrim dan keberadaan pohon - pohon menimbulkan kerawanan. Terlebih, apabila keberadaannya di sisi rumah, bangunan maupun tempat publik. "Kami mengimbau hindari pohon saat hujan dan angin kencang,” harap Najikh. (*/han) Editor : Hany Akasah