Tuan rumah, KH Khisni Umar mengatakan, haul ke-32 KH M Umar Burhan ini baru kali digelar secara meriah. "Karena beliau (KH M Umar Burhan, red) adalah sang dokumentator awal Nahdlatul Ulama (NU), teman- teman mempunyai niat membuat kegiatan haul, biasanya tidak seperti ini," kata Khisni. Tujuan dari haul itu membangkitkan semangat perjuangan dan memperkenalkan tokoh NU di Gresik, KH M Umar Burhan.
Dalam ceramahnya, Ketua PWNU Jatim, Dr. KH Marzuki Mustamar mengakui, perjuangan beliau sangat luar biasa seperti halnya Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Nasai dan lain sebagainya. "Beliau sebagai acuan dan sumber utama dari perjalanan NU di Indonesia dan bahkan dalam catatan sebagai Muktamar Ila Muktamar,"jelas Marzuki.
KH Abdul Ghofur Maimoen, menjelaskan, KH Burhan adalag ayah KH Umar Burhan merupakan bendahara pertama NU yang juga menjadi sumber dana terlaksananya Komite Hijaz (cikal bakal NU). "Jadi arsip beliau dulu banyak yang tidak tahu dan setelah mendapatkan penghargaan dari Jatim. Sehingga mulai banyak yang tahu tentang beliau dan menariknya dari muktamar ke muktamar. Tentang apa saja yang disampaikan oleh KH H Hasyim Ashari diantaranya teks asli tentang qonun asasi NU,"terang dia.
Wakil ketua pelaksana kegiaran, Lora Toyyib Mubarok mengatakan, dengan adanya haul ke-32, KH M Umar Burhan yang sebagai tokoh NU lebih dikenal lagi jasa - jasa beliau bisa diteruskan generasi yang akan datang. "Kami berharap mudah - mudahan bisa berkesinambungan dan setiap tahun digelar. Beliai adalag sebagai suri tauladan dan pemompa spirit atau semangat semuanya," harapnnya. (*/han) Editor : Hany Akasah