Cegah Penyakit Sejak Dini, Pegawai Dinkes Gresik Jalani Tes Kebugaran dan Skrining Kesehatan

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 22:14 WIB
MENINJAU : Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Luthfiyah saat meninjau tes kebugaran dan skrining kesehatan di Kantor Dinkes Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)
MENINJAU : Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Luthfiyah saat meninjau tes kebugaran dan skrining kesehatan di Kantor Dinkes Gresik. (Foto : Fajar/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Menjaga kesehatan tubuh tidak cukup hanya dilakukan saat merasa sakit. Kesadaran untuk melakukan pemeriksaan fisik secara berkala kini terus didorong di lingkungan Pemkab Gresik.

Guna memastikan stamina ASN tetap prima, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik menggelar kegiatan tes kebugaran serta skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) bagi para pegawai dan staf di halaman Kantor Dinkes Gresik.

Rangkaian acara diawali dengan senam bersama seluruh jajaran. Usai membasahi tubuh dengan keringat, para pegawai secara berurutan mengikuti pengukuran kebugaran fisik dan pemeriksaan medis guna mendeteksi secara dini faktor risiko penyakit yang berpotensi mengganggu performa kerja.

Baca Juga: Diduga Depresi, Pria Asal Sidayu Ditemukan Meninggal Mengapung di Bengawan Solo

Kepala Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Mukhibatul Khusnah, mengajak seluruh staf untuk membiasakan pola hidup sehat sebelum memulai aktivitas pelayanan publik sehari-hari.

“Langkah ini dilakukan untuk menjaga tingkat kebugaran tubuh para pegawai agar tetap sehat sekaligus mencegah munculnya berbagai penyakit,” ujar dr. Khusnah.

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Gresik, dr. Anik Luthfiyah, menyampaikan bahwa tes kebugaran bertujuan memetakan kapasitas fisik seseorang berdasarkan kelompok usianya. Evaluasi ini penting agar pegawai mengetahui sejauh mana kebugaran tubuh mereka.

Baca Juga: Menperin Sarmuji Apresiasi PKG, Kembangkan Teknologi CCU untuk Industri Hijau Bernilai Ekonomi

“Melalui tes kebugaran ini, kita bisa melihat tingkat kebugaran seseorang sesuai usianya, apakah dalam kategori bugar atau masih kurang. Pemeriksaan evaluatif seperti ini idealnya dilakukan rutin setiap enam bulan sekali,” terang dr. Anik, Jumat (16/10).

Usai pengukuran kebugaran, kegiatan dilanjutkan dengan skrining PTM yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, lingkar perut, serta tes laboratorium sederhana seperti pengecekan kadar gula darah dan kolesterol.

dr. Anik menegaskan, pemeriksaan tersebut mendesak dilakukan mengingat hipertensi (tekanan darah tinggi) dan diabetes melitus masih menjadi ancaman utama PTM di Indonesia. Dengan deteksi dini, penanganan berupa modifikasi gaya hidup maupun pengobatan medis bisa langsung dilakukan sebelum kondisi fisik memburuk.

Baca Juga: Sabet Dua Penghargaan Internasional, PT Terminal Teluk Lamong Makin Kokoh di Panggung Maritim Dunia

“Bertambahnya usia kerap diikuti peningkatan risiko kesehatan. Jika ada indikasi kenaikan risiko sejak awal, kita bisa segera melakukan modifikasi gaya hidup. Jadi jangan sampai menunggu terlambat,” tegasnya.

Bagi pegawai dengan hasil tes kebugaran yang tergolong rendah, Dinkes Gresik menganjurkan untuk segera memperbaiki porsi aktivitas fisik harian.

Sesuai standar Kementerian Kesehatan (Kemenkes), masyarakat dianjurkan berolahraga 3 hingga 5 kali sepekan dengan durasi minimal 30 menit per sesi, atau akumulasi sedikitnya 150 menit aktivitas fisik per minggu.

Baca Juga: Tenaga Outsourcing Mandek, Syahrul Minta Evaluasi P-APBD Dipercepat

Pihaknya pun mendorong agar tradisi tes kebugaran dan skrining PTM ini dapat direplikasi oleh instansi perkantoran lainnya di Kabupaten Gresik guna menciptakan lingkungan kerja yang sehat, tangguh, dan produktif. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kesehatan penyakit gresik DINKES pemeriksaan