RADAR GRESIK — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mencatat sebanyak 208 kasus penyakit campak sepanjang periode Januari hingga Agustus 2026. Penyakit menular ini didominasi oleh kelompok usia bayi dan anak-anak, terutama pada rentang usia 1 hingga 6 tahun.
Berdasarkan pemetaan data Dinkes Gresik di 15 kecamatan, sebaran kasus tertinggi terkonsentrasi di wilayah Kebomas, Menganti, Gresik, dan Dukun.
Secara rinci, temuan kasus tersebar di Kecamatan Kebomas sebanyak 41 kasus, Menganti 24 kasus, Gresik 23 kasus, Cerme 23 kasus, Dukun 22 kasus, dan Manyar 16 kasus. Selanjutnya, Kecamatan Benjeng mencatat 13 kasus, Balongpanggang 10 kasus, Kedamean 9 kasus, Panceng 8 kasus, Ujungpangkah 8 kasus, Driyorejo 5 kasus, Wringinanom 3 kasus, Sidayu 2 kasus, serta Bungah 1 kasus.
Baca Juga: Menangkan Lelang Lukisan Mbah Hasyim, Senator Lia Istifhama Dirikan Posko Bantu Kerja Jurnalis
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Gresik, dr. Puspitasari Wardani, menegaskan bahwa campak merupakan penyakit menular yang memiliki tingkat penyebaran sangat cepat dan berisiko memicu komplikasi serius.
“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat dan dapat menimbulkan komplikasi yang berbahaya, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi secara lengkap,” ujar dr. Puspitasari.
Menyikapi temuan tersebut, Dinkes Gresik mengimbau para orang tua untuk memastikan anak-anak mereka mendapatkan imunisasi campak/MR (Measles-Rubella) sesuai jadwal.
Baca Juga: Pagu Bagian Umum Setda Melonjak, Komisi I DPRD Gresik Sentil Kualitas Perencanaan Anggaran
Bagi anak yang dosis imunisasinya sempat terlewat, orang tua diminta untuk segera melengkapinya di fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.
Selain melengkapi status imunisasi, masyarakat juga diminta lebih peka terhadap gejala awal campak pada anak, seperti timbulnya demam tinggi yang disertai ruam atau bercak kemerahan di kulit, batuk, pilek, hingga mata merah.
“Jika anak mengalami gejala tersebut, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan dan hindari membawa anak ke tempat ramai untuk sementara waktu guna mencegah penularan,” imbuhnya.
Baca Juga: Pagu Bagian Umum Setda Melonjak, Komisi I DPRD Gresik Sentil Kualitas Perencanaan Anggaran
Dinkes Gresik juga mengharapkan peran aktif masyarakat untuk segera melaporkan ke petugas kesehatan apabila menemukan atau mencurigai adanya kasus campak di lingkungan sekitar agar penanganan medis dan pelacakan dapat dilakukan dengan cepat. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik