Dinkes Gresik Catat Ratusan Kasus Kanker, Masyarakat Diimbau Aktif Deteksi Dini

Fajar Yuliyanto • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 15:25 WIB
SOSIALISASI : Dinkes Gresik bersama puskesmas saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Foto : Dok/Radar Gresik)
SOSIALISASI : Dinkes Gresik bersama puskesmas saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat. (Foto : Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit kanker. Imbauan ini dikeluarkan menyusul temuan ratusan kasus kanker di berbagai wilayah puskesmas sepanjang tahun 2026.

Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Gresik, tercatat sebanyak 81 kasus kanker leher rahim (serviks), 561 kasus kanker payudara, serta 118 kasus leukemia. Angka ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk segera mengenali faktor risiko dan rutin melakukan skrining kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Puspitasari Wardani, memaparkan bahwa kanker serviks memiliki sejumlah pemicu utama yang patut diwaspadai, seperti aktivitas seksual di usia dini (di bawah 18 tahun) serta kebiasaan bergonta-ganti pasangan.

Baca Juga: Dukung Gerakan Jumat Asri, Dinkes Gresik Tekankan Kebersihan Pasar demi Cegah Penyakit

"Faktor risiko ini penting diketahui masyarakat agar dapat melakukan upaya pencegahan dan pemeriksaan sedini mungkin," ujar dr. Puspitasari, Minggu (23/8/2026).

Selain itu, riwayat infeksi saluran kelamin berulang akibat kurangnya kebersihan organ reproduksi, paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif), hingga riwayat genetik keluarga turut mendongkrak risiko kanker serviks.

Sementara itu, pada kasus kanker payudara yang mendominasi angka kejadian di Gresik, dr. Puspitasari menggarisbawahi beberapa faktor pemicu utama:

Baca Juga: Penghasilan Tak Tetap Bikin Iuran Tersendat, BPJS Kesehatan Gresik Kenalkan Program NADI JKN

Menanggapi data tersebut, Dinkes Gresik meminta warga tidak mengabaikan pencegahan dasar. Penerapan pola hidup sehat, konsumsi nutrisi seimbang, menjaga berat badan ideal, hingga pemeriksaan mandiri (seperti SADARI) dan medis secara berkala menjadi kunci utama penanganan.

"Dengan deteksi lebih awal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat sehingga peluang keberhasilan pengobatan juga semakin besar," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
dinas kesehatan penyakit gresik PEREMPUAN Kanker