RADAR GRESIK – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik mengimbau masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit kanker. Imbauan ini dikeluarkan menyusul temuan ratusan kasus kanker di berbagai wilayah puskesmas sepanjang tahun 2026.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Gresik, tercatat sebanyak 81 kasus kanker leher rahim (serviks), 561 kasus kanker payudara, serta 118 kasus leukemia. Angka ini menjadi alarm penting bagi masyarakat untuk segera mengenali faktor risiko dan rutin melakukan skrining kesehatan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Gresik, dr. Puspitasari Wardani, memaparkan bahwa kanker serviks memiliki sejumlah pemicu utama yang patut diwaspadai, seperti aktivitas seksual di usia dini (di bawah 18 tahun) serta kebiasaan bergonta-ganti pasangan.
Baca Juga: Dukung Gerakan Jumat Asri, Dinkes Gresik Tekankan Kebersihan Pasar demi Cegah Penyakit
"Faktor risiko ini penting diketahui masyarakat agar dapat melakukan upaya pencegahan dan pemeriksaan sedini mungkin," ujar dr. Puspitasari, Minggu (23/8/2026).
Selain itu, riwayat infeksi saluran kelamin berulang akibat kurangnya kebersihan organ reproduksi, paparan asap rokok (baik perokok aktif maupun pasif), hingga riwayat genetik keluarga turut mendongkrak risiko kanker serviks.
Sementara itu, pada kasus kanker payudara yang mendominasi angka kejadian di Gresik, dr. Puspitasari menggarisbawahi beberapa faktor pemicu utama:
- Faktor Genetik: Perempuan dengan riwayat keluarga (ibu, saudara perempuan, atau nenek) penderita kanker payudara—terutama yang terdiagnosis sebelum usia 50 tahun—memiliki risiko lebih tinggi.
- Faktor Hormonal: Menstruasi yang terlalu dini (menarche) atau menopause yang terlambat memperpanjang masa paparan hormon estrogen.
- Gaya Hidup & Nutrisi: Obesitas pascamenopause, pola makan tinggi lemak jenuh, minim aktivitas fisik, konsumsi alkohol, serta penggunaan terapi hormon jangka panjang.
- Riwayat Laktasi: Perempuan yang tidak pernah menyusui juga tergolong dalam kelompok berisiko.
Baca Juga: Penghasilan Tak Tetap Bikin Iuran Tersendat, BPJS Kesehatan Gresik Kenalkan Program NADI JKN
Menanggapi data tersebut, Dinkes Gresik meminta warga tidak mengabaikan pencegahan dasar. Penerapan pola hidup sehat, konsumsi nutrisi seimbang, menjaga berat badan ideal, hingga pemeriksaan mandiri (seperti SADARI) dan medis secara berkala menjadi kunci utama penanganan.
"Dengan deteksi lebih awal, masyarakat diharapkan dapat memperoleh penanganan lebih cepat sehingga peluang keberhasilan pengobatan juga semakin besar," pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik