RADAR GRESIK – Kewajiban membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) secara rutin masih menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian masyarakat, khususnya peserta segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBUP) yang berpenghasilan tidak tetap.
Sebagian peserta acap kali kesulitan menyediakan dana dalam nominal penuh saat memasuki tanggal jatuh tempo.
Menjawab persoalan tersebut, BPJS Kesehatan meluncurkan inovasi program NADI JKN (Menabung Demi Iuran JKN). Skema baru ini memungkinkan para peserta untuk menyisihkan dana secara bertahap sesuai kemampuan harian atau mingguan, sehingga pembayaran iuran bulanan tidak lagi terasa memberatkan.
Baca Juga: Pastikan Layanan JKN Berjalan Lancar, BPJS Kesehatan Gresik Edukasi Pentingnya Surat Kontrol Berobat
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, memaparkan bahwa NADI JKN diusung sebagai strategi retensi sekaligus reaktivasi kepesertaan untuk menjamin keberlanjutan jaminan perlindungan kesehatan warga.
“Program ini menjadi salah satu strategi retensi dan reaktivasi peserta untuk menjaga keberlangsungan perlindungan kesehatan masyarakat sekaligus mendukung peningkatan keaktifan peserta Program JKN,” ujar Janoe Tegoeh Prasetijo, Minggu (9/8/2026).
Janoe mengungkapkan, hingga 30 Juni 2026, cakupan kepesertaan JKN di Kabupaten Gresik sebenarnya telah menembus angka 99,87 persen dari total populasi. Kendati demikian, tingkat keaktifan peserta berada di angka 89,83 persen akibat penunggakan iuran yang dipicu faktor ekonomi.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Gresik Dekatkan Layanan hingga Pelosok Lewat VIOLA
Melalui NADI JKN, peserta difasilitasi dua mekanisme pembayaran, yaitu skema digital-kolektif dan skema konvensional-perorangan. Pada skema digital-kolektif, BPJS Kesehatan telah menggandeng PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk untuk memfasilitasi mitra pengemudi ojek online agar dapat menabung harian yang nantinya terpotong otomatis via virtual account.
Sementara untuk skema konvensional-perorangan, warga dapat menabung iuran melalui jaringan Koperasi, BUMDes, maupun lembaga kemasyarakatan lokal yang bertindak sebagai mitra resmi BPJS Kesehatan.
“Ke depan, kami berharap Program NADI JKN dapat terus diperluas untuk menjangkau lebih banyak segmen peserta, termasuk menambah kerja sama dengan berbagai penyedia platform digital yang akrab digunakan masyarakat sehari-hari,” pungkas Janoe. (jar/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik