RADAR GRESIK – Hipertensi atau tekanan darah tinggi selama ini kerap diidentikkan sebagai penyakit yang hanya menyerang kelompok lansia. Namun, realitas di lapangan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan: penyakit yang dikenal sebagai silent killer ini justru mulai mengintai kelompok usia remaja akibat perubahan pola hidup yang semakin tidak sehat.
Merespons fenomena tersebut, Puskesmas Karangandong meluncurkan inovasi Jaring Si-Pokemon (Remaja Skrining Hipertensi Pakai E-Monitoring).
Ini merupakan sebuah program berbasis teknologi yang dirancang untuk mendeteksi dini sekaligus memantau risiko hipertensi pada remaja secara berkelanjutan.
Baca Juga: Diduga Tergusur dari Habitatnya, Seekor Trenggiling Jawa Langka Terjebak di Permukiman Padat Gresik
Penanggung Jawab Inovasi Puskesmas Karangandong, Ismari Hastuti, menyampaikan bahwa meningkatnya kasus hipertensi di usia muda dipicu oleh berbagai faktor kompleks.
“Selama ini hipertensi sering dianggap hanya menyerang orang dewasa dan lansia. Padahal sekarang sudah banyak ditemukan pada kelompok remaja akibat konsumsi makanan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, stres, hingga kebiasaan merokok. Karena itu, deteksi dini menjadi sangat penting agar risiko penyakit bisa dicegah sejak awal,” ujar Ismari, Jumat (26/6/2026).
Menurut Ismari, inovasi Jaring Si-Pokemon dikembangkan sebagai solusi modern untuk memudahkan remaja melakukan skrining kesehatan hanya melalui telepon genggam. Program ini tidak hanya mempermudah pencatatan data, tetapi juga mempercepat pemantauan oleh tenaga kesehatan secara real-time.
Baca Juga: Sistem Manual Resmi Dihapus, DLH Gresik Wajibkan Pelaku Usaha Urus Dokumen Lingkungan via Amdalnet
Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Karangandong menjalin kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pihak sekolah tingkat SMP dan SMA, kader kesehatan remaja, guru UKS, Karang Taruna, hingga peran aktif orang tua murid.
Tahapan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh untuk memetakan kondisi fisik remaja. Prosesnya dimulai dari pemeriksaan tekanan darah, pengukuran berat badan dan tinggi badan, hingga penentuan indeks massa tubuh (IMT) serta identifikasi faktor risiko.
Seluruh hasil pemeriksaan tersebut kemudian diinput ke dalam aplikasi E-Monitoring sehingga data kesehatan remaja tersimpan secara digital, terintegrasi, dan dapat dipantau secara langsung oleh petugas medis untuk tindakan cepat.
Baca Juga: Hadapi Transformasi Industri, PII Gresik Dorong Insinyur Kuasai PSE
Tak hanya berfungsi sebagai media pencatatan, aplikasi E-Monitoring juga menjadi sarana edukasi interaktif. Melalui gawai masing-masing, para remaja dapat dengan mudah mengakses informasi penting mengenai pola makan sehat dan pemenuhan gizi seimbang, pentingnya menjaga aktivitas fisik secara rutin, manajemen dan teknik pengelolaan stres, dan pencegahan penyakit tidak menular sejak usia dini.
Manfaat utama dari inovasi Jaring Si-Pokemon ini dinilai sangat masif, di antaranya meningkatkan cakupan skrining, menyediakan data kesehatan yang akurat, serta menciptakan sistem pemantauan yang berkelanjutan bagi generasi muda.
Ismari berharap inovasi ini mampu mendorong setiap remaja untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan berkomitmen menerapkan gaya hidup sehat sejak sekarang.
Baca Juga: Kelangkaan Solar Mulai Melanda Sejumlah SPBU di Gresik, Sopir Truk Lintas Daerah Mulai Waswas
“Remaja sehat hari ini adalah investasi bagi generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berkualitas di masa mendatang. Jaring Si-Pokemon menjaring sejak dini, memantau dengan teknologi, mewujudkan remaja sehat tanpa hipertensi menuju Indonesia Emas 2045,” pungkasnya. (jar/han)
Editor : Hany Akasah