RADAR GRESIK - Kabar gembira bagi masyarakat Kabupaten Gresik dan sekitarnya, khususnya bagi para peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Per 1 Juni 2026, layanan medis tingkat lanjut berupa radioterapi dan fasilitas Laboratorium Kateterisasi Jantung (Cathlab) resmi memperluas jangkauan operasionalnya untuk melayani pasien BPJS Kesehatan di wilayah setempat.
Kehadiran fasilitas mutakhir ini diharapkan mampu memangkas jarak pelayanan dan memberikan kepastian akses pengobatan tanpa mengharuskan pasien dirujuk ke luar daerah.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Gresik, Janoe Tegoeh Prasetijo, mengungkapkan bahwa perluasan kerja sama ini merupakan langkah strategis pemerintah pusat dalam memeratakan fasilitas kesehatan berdampak tinggi.
Berdasarkan kebijakan terbaru, di seluruh Indonesia hanya ada lima kota yang disetujui untuk mendapatkan optimalisasi perluasan akses layanan penanganan kanker terintegrasi ini, di mana Kabupaten Gresik terpilih menjadi salah satu daerah yang berhasil mengantongi akreditasi dan persetujuan tersebut bersama kota besar lainnya seperti Bandar Lampung, Cibinong, Surabaya, dan Banjarmasin.
Baca Juga: Pastikan Petugas Dapur Makan Bergizi Gratis Terlindungi, BPJS Kesehatan Gresik Beri Jaminan JKN
“Dengan adanya perluasan akses ini, kami memastikan bahwa masyarakat Gresik kini tidak perlu lagi jauh-jauh keluar kota untuk mendapatkan penanganan kanker melalui radioterapi maupun tindakan jantung intervensi. Ini adalah bentuk komitmen nyata BPJS Kesehatan dalam memberikan kepastian penjaminan yang komprehensif, bermutu, dan merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujar Janoe Tegoeh Prasetijo saat dikonfirmasi mengenai pemberlakuan kebijakan baru tersebut oleh awak media pada hari Senin (15/06)
Selain penanganan radioterapi bagi pasien onkologi, kesiapan layanan Cathlab untuk penyakit kardiovaskular juga menjadi fokus utama.
Cathlab (Catheterization Laboratory) merupakan ruang tindakan medis khusus dengan dukungan teknologi pencitraan sinar-X canggih guna melakukan prosedur diagnostik dan intervensi jantung.
Fasilitas ini sangat krusial dalam menangani kasus-kasus kedaruratan, seperti serangan jantung secara cepat guna meminimalkan risiko fatalitas.
Di Kabupaten Gresik sendiri, keunggulan performa medis penanganan jantung intervensi ini telah ditopang oleh tiga fasilitas kesehatan utama yang siap bersinergi.
Ketiga rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ibnu Sina, RS Semen Gresik, dan RS Petrokimia Gresik. Jaringan rumah sakit ini diproyeksikan mampu mengakomodasi tingginya kebutuhan rujukan medis jantung di wilayah pesisir utara Jawa Timur secara efektif.
Baca Juga: BPJS Kesehatan Gresik Hadirkan Prolanis Muda, Langkah Proaktif Cegah Komplikasi di Usia Produktif
Merespons integrasi penuh layanan ini dengan BPJS Kesehatan, Direktur RSUD Ibnu Sina Kabupaten Gresik, dr. Soni, M.Kes., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur yang mendalam atas terealisasinya program kerja sama tingkat lanjut ini.
Menurutnya, kesiapan sarana prasarana serta kualifikasi tenaga medis di RSUD Ibnu Sina telah melalui proses verifikasi dan uji kelayakan yang ketat demi menjamin mutu serta keselamatan pasien.
“Pastinya kami sangat bersyukur bahwa layanan canggih dan layanan unggulan radioterapi di RSUD Ibnu Sina sudah bisa melayani pasien BPJS per 1 Juni 2026. Mudah-mudahan langkah ini bisa membawa manfaat yang luas serta memberikan kemudahan akses layanan radioterapi bagi masyarakat Gresik dan sekitarnya yang sangat membutuhkan layanan tersebut,” ungkap dr. Soni, M.Kes. saat dikonfirmasi langsung oleh Radar Gresik.
Dengan bergulirnya kebijakan integrasi per awal Juni ini, antrean rujukan medis yang selama ini menumpuk di rumah sakit pusat di Surabaya diharapkan dapat terurai secara signifikan.
Pihak manajemen rumah sakit di Gresik juga berkomitmen untuk terus mengoptimalkan mutu pelayanan operasional agar masyarakat mendapatkan pengalaman berobat yang aman, cepat, dan sepenuhnya bebas biaya sepanjang mengikuti prosedur resmi penjaminan BPJS Kesehatan. (nov/jar/han)
Editor : Hany Akasah