Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Aksi Sosial Ibu/Istri DPRD Gresik di RS Grha Husada, Serahkan Alat Bantu Medis, Dampingi Anak Disabilitas Membatik

Hany Akasah • Sabtu, 9 Mei 2026 | 14:54 WIB
KOMPAK: Persatuan Ibu/Istri Anggota DPRD Gresik berfoto bersama dengan Direktur RS Grha Husada, dr. Naniek Tri Julaicha di sela-sela kegiatan aksi sosial di RD Grha Husada, Sabtu (9/5/2026)
KOMPAK: Persatuan Ibu/Istri Anggota DPRD Gresik berfoto bersama dengan Direktur RS Grha Husada, dr. Naniek Tri Julaicha di sela-sela kegiatan aksi sosial di RD Grha Husada, Sabtu (9/5/2026)

RADAR GRESIK – Kepedulian terhadap anak-anak disabilitas kembali ditunjukkan melalui aksi sosial yang digelar ibu/istri Anggota DPRD Kabupaten Gresik di RS Grha Husada, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini tidak hanya menyalurkan bantuan alat bantu medis, tetapi juga menghadirkan momen hangat melalui aktivitas membatik bersama anak-anak istimewa.

Turut hadir Ketua Ibu/Istri Anggota DPRD Gresik Asyiqotul Ulya Syahrul Munir bersama jajaran anggota dan istri DPRD Gresik. Hadir pula perwakilan manajemen RS Grha Husada serta Karina Sari selaku Direktur Keuangan dan SDM PT Petro Grha Medika, yang juga istri dari salah satu anggota DPRD, Dimas Setyo. 

Dalam kegiatan tersebut, diserahkan sejumlah alat bantu medis seperti sepatu kurasi, alat bantu jalan (walker), hingga kursi roda bagi anak-anak yang menjalani terapi tumbuh kembang.

Ketua Ibu/Istri DPRD Gresik, Asyiqotul Ulya, menegaskan bahwa kegiatan membatik menjadi bagian penting dalam proses terapi sekaligus sarana interaksi sosial bagi anak-anak disabilitas.

Ketua Ibu/Istri DPRD Gresik, Asyiqotul Ulya Syahrul Munir mendampingi anak-anak hebat saat membatik
Ketua Ibu/Istri DPRD Gresik, Asyiqotul Ulya Syahrul Munir mendampingi anak-anak hebat saat membatik

 

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dilatih motorik dan konsentrasinya. Kami juga mengapresiasi para orang tua yang dengan sabar mendampingi putra-putrinya menjalani terapi. Ini bukan proses mudah, tetapi dengan ketekunan pasti akan membuahkan hasil,” ujar Lia, sapaan akrabnya.

Suasana hangat terlihat saat para ibu DPRD turut membatik bersama anak-anak. Interaksi tersebut menjadi bentuk dukungan moral sekaligus motivasi bagi anak-anak untuk lebih percaya diri.

Baca Juga: DLH Gresik Kebut Renovasi Alun-Alun, Target Rampung Akhir Juni

Sementara itu, anggota DPRD Gresik Elvitta Vetty mengapresiasi layanan Poli Ceria RS Grha Husada yang menjadi salah satu rujukan terapi anak di Gresik. Ia menegaskan pentingnya dukungan kebijakan untuk keberlanjutan layanan tersebut.

“Kami akan mendorong penguatan melalui kebijakan, baik lewat program Universal Health Coverage (UHC), BPJS Kesehatan, maupun dukungan CSR dari perusahaan di Gresik,” ujarnya.

Direktur RS Grha Husada, dr. Naniek Tri Julaicha, menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, kehadiran para istri wakil rakyat menjadi energi positif bagi pengembangan layanan kesehatan, khususnya klinik tumbuh kembang.

“Kehadiran ibu-ibu semua menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan layanan bagi anak-anak istimewa,” katanya.

 

Ia menjelaskan, klinik tumbuh kembang RS Grha Husada telah berdiri sejak 2013 sebagai respons atas tingginya angka disabilitas anak di Indonesia.

“Secara nasional, sekitar 3,3 persen atau sekitar 330 ribu anak mengalami disabilitas. Ini menjadi perhatian serius yang tidak bisa diabaikan,” jelasnya.

RS Grha Husada saat ini menangani empat kategori disabilitas, yakni fisik, sensorik, perilaku (seperti ADHD dan autisme), serta gangguan perkembangan. Untuk itu, tersedia lima layanan terapi meliputi terapi perilaku, terapi wicara, terapi okupasi, fisioterapi, dan sensori integrasi.

Baca Juga: Cegah Pelanggaran, Tim Gabungan Polda Jatim Sisir Senpi Organik Personel Polres Gresik

“Dalam satu bulan, kami menangani sekitar 780 anak. Harapannya mereka bisa tumbuh mandiri, mulai dari aktivitas sederhana hingga kehidupan sehari-hari,” imbuhnya.

Ia juga menyoroti tantangan pembiayaan terapi, khususnya adanya pembatasan usia dalam layanan BPJS Kesehatan.

“Karena itu, dukungan UHC dan CSR sangat dibutuhkan agar terapi anak-anak ini tetap berkelanjutan,” tegasnya.

Direktur Keuangan dan SDM PT Petro Grha Medika, Karina Sari, menambahkan bahwa kegiatan ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara legislatif, dunia usaha, dan fasilitas kesehatan.

“Sinergi ini penting untuk meningkatkan kualitas layanan dan memberikan harapan lebih baik bagi anak-anak disabilitas di Gresik,” pungkasnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Disabilitas #istri #gresik #alat #dprd