RADAR GRESIK — Penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 dinilai mengalami peningkatan signifikan dalam aspek pelayanan, mulai dari akomodasi, konsumsi, hingga pendampingan jemaah. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, yang turut memantau langsung di Daerah Kerja (Daker) Madinah, mengungkap sejumlah perubahan positif yang dirasakan jemaah Indonesia.
Kunjungan tersebut dipimpin Ketua Rombongan Komite III DPD RI, Erni Daryanti, bersama para senator lainnya, yakni Abu Bakar Jamalia, Sewitri, Destita Khairilisani, Muhammad Rifki Farabi, Aji Mirni Mawarni, dan Jasin U Dilo.
Rombongan diterima oleh Staf Khusus Kementerian Haji dan Umrah, Andik Setiawan, serta Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman.
Baca Juga: Lia Istifhama Dorong Penguatan Moderasi Beragama dan Harmoni Sosial
Menurut Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama, salah satu faktor yang membuat jemaah lebih nyaman adalah penempatan hotel yang terpusat. “Jemaah saling berdekatan, yaitu semua berada di kompleks markaziyah sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman demi kelancaran ibadah,” ujarnya.
Tak hanya itu, peningkatan juga terlihat dari sisi konsumsi. Ia menyebutkan adanya efisiensi biaya sekaligus peningkatan kualitas. “Harga makan turun, tahun lalu 40 riyal, sekarang menjadi 36 riyal. Namun, gramasi porsi makanan justru ditingkatkan agar lebih memenuhi kebutuhan gizi jemaah,” jelas Senator Jatim tersebut.
Ning Lia menegaskan bahwa cita rasa makanan tetap menjadi perhatian utama. “Menu yang disajikan memenuhi taste nusantara, sehingga jemaah tetap merasa dekat dengan suasana Tanah Air meski berada di Tanah Suci,” tambahnya.
Baca Juga: Long Weekend, Senator Lia Istifhama Ingatkan One Way Jangan Ganggu Kenyamanan Wisatawan
Sementara itu, Kepala Daker Madinah, Khalilurrahman, menegaskan bahwa pelayanan tahun ini difokuskan pada kenyamanan jemaah, khususnya kelompok lanjut usia (lansia).
“Kami menyiapkan sekitar 15 hingga 18 petugas khusus lansia di setiap kloter. Data jemaah yang membutuhkan kursi roda sudah kami petakan, sehingga layanan bisa diberikan secara cepat dan tepat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, satu jemaah lansia akan didampingi minimal dua petugas untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama menjalankan ibadah, termasuk saat akses ke Raudhah yang telah diatur berbasis kloter.
Baca Juga: Manis Bak Gula, Ini Sikap Senator Ning Lia Istifhama ke Wartawan yang Tuai Pujian
“Kami juga memastikan layanan katering, pendampingan ibadah, hingga pengaturan jadwal Raudhah berjalan tertib. Lansia menjadi prioritas utama dalam pelayanan,” tambahnya.
Khalilurrahman juga menegaskan bahwa petugas haji difokuskan sepenuhnya untuk melayani jemaah. “Petugas tidak diprioritaskan berhaji. Mereka bertugas membantu, termasuk pelaksanaan badal bagi jemaah yang sakit atau tidak dapat mengikuti rangkaian ibadah di Arafah,” jelasnya.
Sebelumnya, Kementerian Haji dan Umrah memastikan jemaah akan mendapatkan 15 porsi makanan siap santap (ready to eat/RTE) selama puncak haji, dengan distribusi terjadwal dan pengawasan ketat.
Selain konsumsi, sistem pelayanan jemaah juga mengalami pembaruan. “Petugas tidak diutamakan berhaji saat melaksanakan tugas, melainkan membantu badal rangkaian haji, seperti wukuf, bagi jemaah yang berhalangan. Kecuali bagi petugas yang memang belum pernah berhaji,” terangnya.
Kemudahan lain juga dirasakan dalam pengelolaan logistik. “Koper jemaah langsung dibawa petugas sampai ke kamar masing-masing, sehingga sangat membantu, terutama bagi lansia,” ujarnya.
Bahkan, peningkatan layanan juga menyentuh aspek akomodasi. “Jemaah haji reguler pun banyak yang ditempatkan di hotel bintang lima, ini tentu menjadi peningkatan luar biasa dibanding tahun-tahun sebelumnya,” katanya.
Baca Juga: Tragedi di Jembatan Cangar Kembali Terjadi, Senator Ning Lia Sampaikan Pesan Menyentuh
Selain itu, layanan logistik juga diperkuat. “Jemaah, khususnya lansia, tidak perlu membawa koper sendiri. Seluruh barang diantarkan langsung ke kamar masing-masing,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa sejumlah amalan seperti arbain di Madinah bukanlah kewajiban haji, melainkan ibadah sunnah. “Yang terpenting adalah memastikan jemaah dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan baik. Kenyamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama,” pungkasnya. (han)
Editor : Hany Akasah