RADAR GRESIK-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan megathrust dapat memicu gempa besar di wilayah Jawa dan Sumatera. Hal itu karena lempeng samudra yang menunjang ke bawah lempeng benua akan menciptakan sebuah medan tegangan. Bagian lempeng benua yang ada di atas lempeng samudra akan terdorong naik. Zona tersebutlah yang disebut megathrust.
Zona Megathrust di Indonesia
Zona-zona Megathrust sudah ada sejak jutaan tahun lalu. Di Indonesia ada beberapa zona megathrust yang berada di subduksi aktif. Ini di antaranya:
Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba Subduksi Banda
Subduksi Lempeng Laut Maluku
Subduksi Sulawesi
Subduksi Lempeng Laut Filipina
Subduksi Utara Papua
Beberapa zona megathrust di Indonesia kini bisa dikenali potensi kekuatannya. Walaupun namanya mengandung kata 'mega' tapi zona ini tak selalu membangkitkan gempa berkekuatan besar.
Justru, zona megathrust lebih sering memicu gempa kecil. Adapun megathrust di Indonesia diperkirakan bisa picu gempa dengan kekuatan lebih dari magnitudo 8,7.
Namun, besar tersebut hanya skenario model yang dibuat berdasarkan asumsi dua segmen megathrust bergerak. Sehingga bisa disebut sebagai skenario terburuk.
Baca Juga: Kamis Besok, DPP Partai Demokrat Umumkan Rekomendasi Calon Yang Akan Diusung di Pilkada Gresik 2024
Hingga saat ini, BMKG atau BPBP tak bisa memprediksi zona megathrust mana saja yang akan memicu gempa dalam waktu yang dekat. Adapun zona yang terhitung paling aktif terletak di selatan Jawa.
Sejauh ini, BMKG mencatat beberapa gempa besar yang bersumber dari zona megathrust selatan Jawa. Di antaranya pernah terjadi tahun 1903 (M7,9), 1921 (M7,5), 1937 (M7,2), 1981 (M7,0), 1994 (M7,6), 2006 (M7,8) dan 2009 (M7,3).
BMKG memprediksi megathrust tidak berhubungan dengan gempa di Bawean Gresik karena lempengnya berbeda.
Pradita Saraswati selaku petugas BKMG Bawean, gempa bawean bukan bagian dari megathust. "Gempa susulan Bawean pada Maret lalu, diprediksi tidak terjadi tsunami," katanya.
Sementara itu, gempa terjadi lagi di Bawean Gresik pada Rabu (14/8) dini hari. Gempa terjadi pukul 01.07 WIB, dengan kekuatan 3,7 magnitudo dengan kedalaman 10 kilometer dan berjarak 21 kilometer dari Kecamatan Sangkapura.
Sedangkan fakta-fakta Prediksi Gempa Besar di Megathrust Indonesia
Menurut Daryono, megathrust Nankai yang disebut jadi zona sumber gempa Jepang kali ini, ternyata mirip dengan dua megathrust yang ada di Indonesia.
"Kekhawatiran ilmuwan Jepang terhadap Megathrust Nankai saat ini sama persis yang dirasakan dan dialami oleh ilmuwan Indonesia, khususnya terhadap 'Seismic Gap'," ujar Daryono.
Para ilmuwan punya kekhawatiran terhadap Megathrust Selat Sunda (M8,7) dan Megathrust Mentawai-Siberut (M8,9). Daryono mengatakan Indonesia tinggal menunggu waktu saja, dikarenakan dua zona tersebut sudah lama tak mengalami gempa.
"Rilis gempa di kedua segmen megathrust ini boleh dikata 'tinggal menunggu waktu' karena kedua wilayah tersebut sudah ratusan tahun belum terjadi gempa besar," katanya. (han)
Editor : Hany Akasah