Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Upaya Intervensi Stunting, Simak Gagasan DPD RI Terpilih Jatim Lia Istifhama Diskusi dengan Pj Bupati Pasuruan

Hany Akasah • Kamis, 1 Agustus 2024 | 16:11 WIB
DISKUSI: Pj Bupati Pasuruan Andriyanto bersama Dr Lia Istifhama
DISKUSI: Pj Bupati Pasuruan Andriyanto bersama Dr Lia Istifhama

RADAR GRESIK-Senator terpilih DPD RI Lia Istifhama mengungkapkan pentingnya mendukung intervensi stunting yang digaungkan di Indonesia.  Hal itu karena sesuai data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6 persen.

Meskipun angka ini sudah menunjukkan tren penurunan dari tahun sebelumnya yaitu 24,4 persen tahun 2021. Namun angka di 2022 tetap menjadi pesan bahwa masih perlu upaya besar untuk mencapai target penurunan stunting.

“Penanganan stunting ini menjadi atensi pak Pj (Andriyanto) dengan berbagai upaya beliau bebricara soal gizi,” jelas Lia Istifhama.

Lia Istifhama mengungkapkan kepada Pj. Kabupaten Pasuruan Andriyanto  soal stunting di kalangan remaja, terutama siswa yang menempuh pendidikan SMP.

“Fokus penanganan stunting bukan hanya pada bayi dan balita. Sekalipun yang menjadi atensi besar pada tumbuh kembang bayi balita bahkan sejak masa kehamilan melalui asupan misalnya, sebagai bentuk preventif, namun atensi pada stunting usia remaja sangat penting. Hal ini karena tidak sedikit remaja yang memiliki pertumbuhan tidak sesuai usia. Sedangkan indikator stunting yang paling mudah terlihat adalah terkait tinggi badan.”

Menurutnya, sesuai yang dijelaskan WHO, stunting merujuk pada kondisi terlalu pendek untuk usia seseorang. Misalnya, anak dengan tinggi badan lebih dari dua standar deviasi di bawah median standar pertumbuhan sesuai usianya.

“Meski banyak riset menunjukkan bahwa stunting sebagian besar tidak dapat dipulihkan setelah lebih 1.000 hari pertama kehidupan seorang anak, namun bukan berarti kita harus patah arang,” kata Lia Istifhama.

Menurut keponakan Gubernur Jatim 2019-2024 Khofifah Indar Parawansa itu menyebut program makan bergizi gratis bagi siswa sebagai upaya kuratif sekaligus preventif mencegah dampak lebih besar dari stunting.

Hal ini disebutnya karena stunting bagi siswa terutama remaja, umumnya disebabkan kurangnya sarapan, terutama asupan serat gizi seimbang.

 

"Berbicara stunting, pendekatan yang perlu ditempuh adalah Human Security, yaitu pendekatan secara individu. Contoh untuk menjaga keseimbangan gizi, semisal kita melihat sebuah kentang goreng yang terlihat enak, tetapi kita memilih untuk membeli kentang mentah kemudian kita rebus, karena ada sedikit hipertensinya itu namanya pendekatan Human Security" ucap Andriyanto, Pj Bupati Pasuruan.

Andriyanto yang juga Ketua Pimpinan Pusat AsNI (Asosiasi Nutrisionis Indonesia) tersebut menyampaikan bahwa yang dibutuhkan dalam penyelesaian persoalan stunting di Kabupaten Pasuruan ini adalah langkah nyata dan usaha konkrit dari seluruh pemangku kepentingan dan stakeholder tarkait.

Dengan pemenuhan gizi anak, Andriyanto mengajak masyarakat untuk terus berinovasi dengan menciptakan berbagai kreasi olahan makanan berbahan dasar protein hewani agar lebih menarik.

"Sekarang itu anak-anak dengan usia 3-4 Tahun lebih menyukai makanan yang instan, maka dari itu lakukan inovasi dan kreasi misalkan membuat puding susu, ikan di blender, atau mengkombain telur dengan makanan yang anak suka. Pemenuhan protein hewani sangat penting karena bukan hanya pertumbuhan fisik, tapi juga psikomotorik dan kognitif, seperti daya tangkap atau kecerdasan anak, " ujarnya. (han)

Editor : Hany Akasah
#Andriyanto #Stunting #Lia Istifhama #gizi #pasuruan #Indonesia