RADAR GRESIK - Merayakan lebaran dengan penuh suka cita merupakan hal yang wajar namun tidak boleh berlebihan, khusunya dalam mengkonsumsi menu makanan saat lebaran harus terkontrol dan memiliki pola makan yang sehat.
Tidak semua makanan dan minuman yang tersaji saat lebaran baik untuk tubuh malah bisa menyebabkan penyakit. Salah satu penyakit yang biasanya menjadi momok setelah Lebaran adalah penyakit Stroke.
Penyakit ini bisa terjadi akibat asupan makanan yang tidak terkontrol dan memiliki pola makan yang sehat usai menjalani puasa selama 30 hari penuh di bulan Ramadhan .
Dokter spesialis saraf di RSUD Ibnusina dan RS Semen Gresik dr. Heri Munajib, SpN mengatakan Penyakit stroke pada dasarnya terbagi menjadi dua yaitu stroke pendarahan dan stroke sumbatan.
" 70 - 80 persen pasien biasanya mengalami stroke sumbatan, sisanya stroke perdaharan. Untuk strok sumbatan yaitu ada dua faktor resiko yang bisa dihindari dan tidak bisa dihindari," ujarnya.
Ditambahkan dr. Heri menyampaikan untuk faktor stroke sumbatan yang tidak bisa kita hindari dikarenakan faktor umur, ras, jenis kelamin dan keturunan, iklim, geografi.
Sedangkan untuk faktor resiko stroke sumbatan yang bisa kita hindari diantaranya Hipertensi, merokok, kurang olah raga, diabetes, kolestrol tinggi, kurang olah raga, pola makan yang salah.
" Itu faktor penyakit Stroke sumbatan," jelasnya.
Bagaimana kok bisa stroke timbul pasca Lebaran ?
dr. Heri menyapaikan menurut hadis Nabi Muhammad SAW berpuasalah engkau maka puasa sangat menyehatkan, banyak sekali jurnal di luar negri yang membahas tentang hubungan antara puasa dan stroke.
" Dan betul banyak jurnal ilmiah tentang hubungan puasa dan stroke. Puasa bisa mempercepat membantu pemulihan pasien stroke karena dengan keadaan berpuasa bisa menurunkan tensi dan berat badan serta menurunkan kolestrol penyebab pertama stroke," ucapnya.
dr. Heri juga memberikan tips agar terhindar dari penyakit stroke pasca bulan ramadhan memasuki bulan Syawal itu kebiasaan masyarakat di Indonesia melakukan unjung - unjung untuk bersilaturahmi kerumah saudara tetangga dan keluarga, biasanya lupa apa yang kita makan mulai yang manis dan berlemak.
" Biasanya tradisi masyarakat saat ujung - unjung disuguhi kuliner opor ayam menjadi santapan di hari raya lebaran, diperbolehkan namun terkontrol makanya," pesanya.
Lebih lanjut dr Heri mengungkapkan ketika hari raya di keluarga atau saudara kita ada tanda- tanda stroke tidak usah panikik. Ada tanda - tanda gejala stroke dengan istilah BEFAST yaitu Balance apabila ada gejala tiba - tiba pusing nggliyeng dan tidak hilang segera ke UGD.
Eye bisa dikenali dengan tiba - tiba pandangan mata kabur. Face dikenali dengan gejala tiba - tiba mukanya perot.
Kemudian Arm denga gejala tiba - tiba badan lemas dan kesemutan, Speech degan gejala bicaranya tiba - tiba kurang jelas dan sering jawabanya tidak nyambung saat di ajak ngobrol dan Times artinya segera mencari pertolongan medis.
" Jadi kalau ada saudara atau tetangga kita mengalami BEFAST jangan panik langsung dibawa ke UGD agar dapat memastikan apakah terkena stroke atau bukan," pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah