RADAR GRESIK -Merayakan lebaran dengan suka cita merupakan hal yang wajar namun tidak boleh berlebihan, khususnya dalam mengkonsumsi menu makanan saat lebaran harus tetap terkontrol dan memiliki pola makan yang sehat.
Tidak semua makanan maupun minuman yang tersaji saat lebaran baik untuk tubuh. Asupan yang tidak terkontrol dapat meningkatkan asam urat, gula darah bahkan kolestrol.
Dokter RS di Gresik dr Heri Munajib, SpN mengatakan pasca bulan Ramadan memasuki bulan syawal itu kebiasan warga Kabupaten Gresik melakukan unjung - unjung untuk bersilaturahmi.
Kemudian saat disuguhi berbagai makanan itu kadang orang sering lupa. Makan manis dan makan bersantan dimakan juga.
Biasanya makanan yang disuguhkan itu dimakan saja dan orang tersebut sungkan kalau tidak memakan makanan yang disuguhkan saat berunjung ke rumah tetangga,teman dan saudara.
" Kadang orang tertentu itu makan - makan di los padahal dia sendiri memiliki faktor risiko seperti riwayat darah tinggi, punya riwayat kencing manis, apalagi punya riwayat stroke, " ujar dr Heri.
Biasanya lonjakan kasus stroke itu terjadi setelah hari raya usai lebaran. Dikarenakan orang habis puasa satu bulan penuh sudah ibarat pernah turun mesin.
"Namun usai berpuasa mengkonsumsi makannya di los dol," katanya
Itu yang ditakutkan karena metabolisme tubuh jadi meningkat.
"Ibaratnya orang seperti habis turun mesin harusnya dijaga namun langsung di gas makanannya. Mesin aja kaget apalagi tubuh manusia, " tutur dr Heri.
Menurut pria yang juga aktif Pengurus Perhimpunan Dokter Nahdlatul Ulama (PDNU) Gresik tersebut, mengatakan akibat kalau langsung mengkonsumsi makanan tidak pada takarannya resikonya satu ketika gula meningkat dan tensi yang meningkat.
" Biasanya selama lebaran orang makan kupat sayur, opor yang banyak mengandung santan, berminyak dan asin, " ucapnya.
Ditambahkan dr Heri Munajib menjelaskan apabila orang punya riyawat darah tinggi dan diabetes atau memiliki riwayat stroke kalau ketika berhari raya berhari rayalah dengan yang sehat tetap jaga makan dan pola makanan yang sehat.
" Lebih baik makan secukupnya dan harus bisa membatasi makan - makanan yang bersanten, berminyak dan asin, " jelasnya.
Dokter spesialis syaraf Heri Munajib yang bertugas di RSUD Ibnu Sina dan RS Semen Gresik ini juga mengungkapkan orang berpuasa sebulan penuh.
Ibarat orang turun mesin, habis turun mesin langsung satu dua atau tiga hari langsung makan - makanan tanpa di kontrol juga bahaya.
Hampir kalau pola makan tidak teratur resikonya lambung lambung dan diare biasanya banyak terjadi.
"Kalau dari segi penyakit syaraf juga sama harus menjaga pola makan dan menghindari segala makanan yang memiliki risiko gula, tekanan darah, asam urat dan kolesterol harus di jaga, " pungkasnya.(yud/han)
Editor : Hany Akasah