GRESIK -- Persoalan dokter spesialis di RSUD Umar Masud terus menjadi sorotan kalangan dewan. Pasalnya, akibat minimnya dokter spesialis banyak wrga Bawean yang meninggal saat dirujuk ke Gresik daratan.
Untuk itu, Fraksi Gerindra mendesak agar pemerintah segera mencari solusi persoalan tersebut.
Dari data yang dihimpun Fraksi Gerindra, sejak 26 September hingga 1 Oktober kemarin, ada enam orang warga Bawean yang meninggal di RSUD Ibnu Sina. "Jarak tempuh Bawean ke Gresik daratan cukup jauh.
Kalau semua operasi harus dilakukan di sini jelas membuang cukup banyak waktu," ujar Ketua Fraksi Gerindra Lutfi Dhawam.
Selain itu, biaya yang harus dikeluarkan masyarakat Bawean kalau berobat di Gresik juga tidak sedikit. Bukan hanya pasien, tapi pengantar dan yang menunggu juga butuh biaya besar.
Menurut dia, memang sudah ada beberapa dokter spesialis yang ditugaskan di RSUD Umar Masud. Namun, karena jumlahnya minim, dan mereka harus cuti bergantian pelayanan jadi tidak maksimal.
"Kami minta harus segera dicarikan solusi jangka pendeknya seperti apa," kata dia.
Dikatakan, kalau harus menunggu program beasiswa dokter spesialis yang baru mulai, pihaknya khawatir banyak masyarakat jadi korban.
Paling tidak, bisa bekerjasama dengan Rumah Sakit lain untuk menambah jumlah dokter spesialis. "Program jangka panjanganya sudah ada. Sekarang tinggal solusi jangka pendek untuk mengurangi resiko kematian," ungkapnya.
Ia menambahkan, terkait pelayanan di RSUD Umar Masud sendiri harus lebih ditingkatkan. Terutama petugas kesehatannya.
Mereka harus mampu mencarikan solusi terbaik untuk pasien. "Jangan hanya pasif. Di tengah keterbatasan mereka harus bisa berinovasi," pungkasnya. (rof)
Editor : Hany Akasah