RADAR GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani menghadiri rangkaian tradisi Rebo Wekasan yang digelar oleh masyarakat Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Rabu (12/8). Berlokasi di kawasan bersejarah Telaga Sumber, Dusun Sumber, kegiatan ini diikuti ratusan warga sebagai wujud rasa syukur sekaligus doa bersama memohon keselamatan dan keberkahan.
Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Kembangan Ngadimin, jajaran Forkopimcam Kebomas, tokoh agama, kiai, serta tokoh masyarakat setempat. Ulama kenamaan KH Ahmad Zakaria Al-Anshori juga hadir memberikan tausiah keagamaan.
Baca Juga: Terungkap di Persidangan Kasus Java Fortis: Dokumen Tercecer Ternyata Dipegang Nany Widjaja
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengapresiasi keistiqomahan masyarakat Desa Kembangan dalam merawat tradisi luhur secara turun-temurun. Menurutnya, Rebo Wekasan tak sekadar ajang pelestarian budaya, tetapi juga wahana mempererat tali silaturahmi.
“Alhamdulillah, puji syukur ke hadirat Allah SWT. Pagi ini kita semua diberikan kesehatan sehingga dapat hadir bersama dalam majelis Rebo Wekasan. Tujuannya satu, mudah-mudahan kita semua mendapatkan rida Allah SWT, yang sakit diberikan kesembuhan, dan yang rezekinya mampet dibukakan rezeki yang barokah,” ujar Bupati Yani.
Di Dusun Sumber, rangkaian Rebo Wekasan dikemas dengan nuansa religius yang kental, mulai dari pembacaan Mahalul Qiyam, doa bersama, hingga pembacaan Sholawat Tibbil Qulub sebagai ikhtiar memohon keselamatan dan kesehatan.
Baca Juga: Sudah Ditetapkan WBTB, 25 Tumpeng Diarak pada Tradisi Rebo Wekasan Suci Gresik
Selain ritual keagamaan, Rebo Wekasan di Telaga Sumber dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran santunan dan makan bersama. Momentum ini juga disemarakkan dengan pagelaran budaya wayang kulit membawakan lakon “Jimat Layang Kalimosodo” dalam rangka Sedekah Bumi Dusun Sumber.
Bupati Yani menambahkan, semangat kebersamaan ini diharapkan terus terjaga, terlebih dalam menyongsong peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
“Mudah-mudahan Desa Kembangan rukun semuanya, saling support dan gotong royong. Kegiatan keagamaan dan lomba-lomba kemerdekaan seperti ini sangat efektif untuk mengguyubkan warga,” pungkasnya. (han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik