Teladani Jejak Ulama Gresik, Rangkaian Haul KH Ibrahim Tamim, KH Ach Wahib Tamim, dan KH Muchtar Djamil Dibanjiri Ratusan Jemaah

Yudhi Dwi Anggoro • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 18:21 WIB
ZIARAH : Ratusan masyarakat Kota Gresik saat berziarah ke makam tiga ulama asal bedilan Gresik KH. Ibrahim Tamim, KH. Ach. Wahib Tamim, dan KH. Muchtar Djamil di Makam Umum Tlogo Pojok, Kecamatan Gresik. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)
ZIARAH : Ratusan masyarakat Kota Gresik saat berziarah ke makam tiga ulama asal bedilan Gresik KH. Ibrahim Tamim, KH. Ach. Wahib Tamim, dan KH. Muchtar Djamil di Makam Umum Tlogo Pojok, Kecamatan Gresik. (Foto : Yudhi/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Rangkaian peringatan Haul KH. Ibrahim Tamim ke-76, KH. Ach. Wahib Tamim ke-43, dan KH. Muchtar Djamil ke-4 digelar selama tiga hari penuh, mulai Jumat (24/7) hingga Ahad (26/7).

Berbagai prosesi keagamaan yang dipusatkan di Kelurahan Bedilan, Kecamatan Gresik, Kabupaten Gresik, tersebut berlangsung khidmat dan dibanjiri ratusan jamaah.

Kegiatan tradisi tahunan ini diisi dengan beragam agenda spiritual, mulai dari ziarah makam, tahlil bersama, khatmil Al-Qur'an, penampilan hadrah, hingga puncaknya Majelis Semaan Al-Qur'an Al-Ittihad yang dihadiri para ulama, tokoh hufaz, dan masyarakat umum.

Baca Juga: Jadi Sarana Wisata Edukasi, Pameran Petik Buah dan Sayur di Petro Agrifood Expo 2026 Diserbu Warga

Rangkaian haul diawali pada Jumat pagi melalui ziarah dan tahlil di Makam Islam Tlogo Pojok. Malam harinya, suasana kian semarak dengan gelaran Hadrah Majruran di Langgar Serang dan kawasan ndalem almarhum KH. Muchtar Djamil.

Memasuki hari kedua, Sabtu (25/7), panitia menggelar Khotmil Al-Qur'an bil Ghaib di tiga majelis yang dipimpin langsung oleh cicit almarhum KH. Muchtar Djamil, Gus Taqim. Rangkaian acara dilanjutkan dengan tahlil bersama anak-anak di kawasan Bedilan pada sore hari, serta tahlil jamaah putri pada malam harinya.

Puncak haul ditutup pada Ahad Wage (26/7) melalui Majelis Semaan Al-Qur'an dan Dzikrudz Dzakirin Al-Ittihad. Dimulai sejak pukul 04.00 WIB, acara diawali dengan salat Subuh berjamaah di sepanjang Jalan H. Samanhudi dan sekitarnya.

Baca Juga: Bobol Tembok Toserba di Dukun Gresik, Pencuri Gasak Brankas dan Ratusan Bungkus Rokok

Gus Taqim menjelaskan, haul ketiga ulama besar Bedilan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Safar untuk memupuk penghormatan atas jasa-jasa dakwah para pinisepuh.

"Kegiatan haul ini menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada para ulama serta menjaga kesinambungan perjuangan dan nilai keilmuan yang telah mereka wariskan," ujar Gus Taqim, Minggu (26/7).

Acara puncak turut dihadiri pengasuh Majelis Semaan Al-Qur'an Al-Ittihad, Gus Faiz Tajul Millah, para hufaz, ulama, serta unsur umara. Putra almarhum KH. Muchtar Djamil, dr. Muhammad Fahrudin Fakhry (Gus Udin), juga hadir bertindak sebagai tuan rumah sekaligus penasihat panitia.

Baca Juga: Diduga Sebabkan Bau Menyengat dan Tak Berizin, DLH Gresik Hentikan Aktivitas Pemindahan Solar di Desa Suci

Ketua Panitia Haul, M. Fahrul Ushuludin, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat, khususnya warga Kelurahan Bedilan, para donatur, dan jajaran panitia yang telah mendukung kelancaran seluruh prosesi acara.

Sementara itu, pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik yang juga murid almarhum KH. Muchtar Djamil, H. Mohammad Tajuddin, menegaskan pentingnya makna haul bagi seorang santri.

"Haul adalah wujud mahabbah (cinta) kepada guru, sarana meneladani jejak perjuangannya, mengharap keberkahan, serta menjaga sanad keilmuan dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat," tegasnya.

Baca Juga: Tragis! Tabrak Belakang Truk di Balongpanggang Gresik, Pelajar 16 Tahun Meninggal Dunia

Melalui tradisi tahunan ini, nilai-nilai keislaman dan semangat perjuangan para ulama diharapkan terus terpatri kuat serta dilestarikan oleh generasi penerus di Kabupaten Gresik. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
jemaah gresik ulama keagamaan Haul