RADAR GRESIK – Di tengah terik matahari dan lautan manusia yang memadati kawasan Masjid Jami' serta Alun-Alun Kabupaten Gresik, sebuah tenda sederhana berlogo banteng moncong putih bertransformasi menjadi oase yang menyejukkan.
Ribuan jemaah Haul ke-71 Habib Abu Bakar bin Muhammad bin Umar Assegaf yang tampak lelah setelah menempuh perjalanan jauh, seketika tersenyum lega saat disambut hangat di sebuah posko makanan gratis, Rabu (3/6).
Posko kemanusiaan ini didirikan khusus oleh Anggota DPR RI Komisi VII Fraksi PDI Perjuangan, Nila Yani Hardiyanti. Bukan sekadar membagikan makanan, kehadiran posko ini membawa cerita tentang ketulusan melayani para tamu haul yang berdatangan dari berbagai penjuru Nusantara maupun mancanegara sepanjang perhelatan akbar pada 2–3 Juni 2026 tersebut.
Baca Juga: Soroti Ekspor Produk, Anggota DPR RI Nila Yani Dorong Kemenekraf Fokus Ekspor IP dan Budaya
Di balik riuhnya suasana, tampak Nila Yani bersama para relawan dan kader partai dengan telaten membagikan ribuan porsi hidangan siap saji, minuman segar, serta kebutuhan konsumsi lainnya. Tanpa sekat, legislator muda ini berbaur langsung, menyapa, dan memastikan setiap jemaah yang singgah bisa melepas lelah dengan layak.
Bagi Nila Yani, keberadaan posko ini bukan sekadar urusan logistik, melainkan sebuah bentuk pengabdian mendalam sekaligus penghormatan tertinggi kepada para pencinta ulama.
"Haul Habib Abu Bakar Assegaf merupakan momentum yang sangat penting bagi masyarakat Gresik dan umat Islam secara luas. Kami ingin turut berkontribusi dengan menyediakan makanan gratis agar para jemaah dapat beristirahat dan menikmati konsumsi yang layak selama mengikuti rangkaian kegiatan haul," ujar Nila Yani lembut di sela-sela kesibukannya melayani jemaah.
Baca Juga: Pendidikan Politik PAC PDI Perjuangan se-Gresik, Nila Yani Tekankan Konsep Servant Leadership
Guratan kelelahan di wajah para jemaah yang mendadak lumat oleh rasa syukur menjadi pemandangan yang menyentuh hati di sepanjang pelaksanaan acara.
Banyak dari mereka, terutama yang berkantong pas-pasan dan datang dari luar pulau, merasa sangat terbantu dengan adanya dapur air dan makanan gratis ini. Bagi mereka, sebungkus nasi dan sebotol air di tengah kerumunan ratusan ribu orang adalah berkah yang tak ternilai.
Nila menambahkan bahwa momen spiritual sebesar ini adalah waktu yang paling tepat untuk membumikan kembali semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.
"Bagi kami, merawat dan melayani para jemaah adalah bagian dari upaya menjaga tenunan persaudaraan dan solidaritas kemanusiaan,"imbuhnya.
Peringatan haul tahun ini memang berpusat di jantung Kota Santri, dengan rangkaian ritual yang menggetarkan jiwa; mulai dari Rauhah, Khotmil Kitab Ihya Ulumuddin, seni Hadrah, Pembacaan Maulid Nabi Muhammad SAW, hingga puncaknya yang menyedot perhatian publik.
Melalui ketulusan aksi sosial ini, Nila Yani berharap dinamika lelahnya perjalanan para jemaah bisa terbayar dengan kenyamanan, sehingga semua yang hadir dapat pulang membawa limpahan keberkahan dari keteladanan sang waliyullah, Habib Abu Bakar Assegaf. (han)
Editor : Hany Akasah