RADAR GRESIK – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Gedung Dakwah Muhammadiyah (GDM) Kabupaten Gresik pada hari Minggu (Ahad) (24/05). Momen tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Milad ke-109 Pimpinan Daerah 'Aisyiyah (PDA) Kabupaten Gresik.
Salah satu prosesi yang paling berkesan dan menyedot perhatian seluruh undangan adalah kolaborasi pembacaan Al-Qur'an dan tilawah Al-Qur'an Isyarat yang dibawakan secara apik dan menyentuh hati.
Lantunan syahdu ayat suci Al-Qur'an, khususnya Surat Ali 'Imran ayat 102–104, dibacakan oleh Syafridawati, S.Ag., perwakilan Majelis Tabligh dan Ketarjihan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Gresik.
Pada saat yang sama, setiap huruf dan bait ayat suci tersebut diterjemahkan ke dalam bahasa isyarat yang indah melalui metode kitabah oleh Aisyah Grisseta Az-Zahra, seorang mahasiswi tunarungu berprestasi dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Baca Juga: Menko Zulkifli Hasan Dorong Peran Strategis UMG dalam Percepat Swasembada Pangan
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata komitmen 'Aisyiyah Gresik dalam merangkul kelompok disabilitas melalui program Gerakan 'Aisyiyah Layani Disabilitas (GALA).
Bagi PDA Gresik, perjalanan mengaji Al-Qur'an Isyarat bukan sekadar belajar membaca ayat demi ayat, melainkan tentang menemukan cahaya di tengah keterbatasan. Bagi sebagian orang, mendengar lantunan Al-Qur'an mungkin menjadi hal biasa. Namun bagi Teman Tuli, memahami Al-Qur'an membutuhkan perjuangan, kesabaran, dan semangat yang luar biasa.
Usai prosesi yang menguras air mata bahagia tersebut, Syafridawati, S.Ag. mengungkapkan rasa syukur dan haru mendalam. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PDA Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, yang telah memberikan amanah mulia ini.
"Alhamdulillahirabbil'alamin, terima kasih saya telah mendapat amanah dari Bu Innik untuk membaca Al-Qur'an bersama Kakak Aisyah. Sungguh sebuah nikmat dan kebahagiaan yang luar biasa bagi saya bisa ikut membersamai Kakak Aisyah Teman Tuli dalam membaca Al-Qur'an Isyarat pada Milad 'Aisyiyah ke-109 ini," ujar Syafridawati penuh haru.
Baca Juga: Perkokoh Dakwah Kemanusiaan, PDA Gresik Luncurkan Posbakum pada Milad ’Aisyiyah ke-109
Ia menambahkan bahwa esensi dari kegiatan Ngaji Isyarat ini bukan sekadar formalitas acara, melainkan sebuah pesan mendalam bagi seluruh umat Islam.
"Semoga ikhtiar ini menjadi bukti nyata bahwa Al-Qur'an adalah cahaya untuk semua orang, tanpa terkecuali," tegas Syafridawati .
Ketua PDA Kabupaten Gresik, Innik Hikmatin, S.Pd., M.Pd.I., dalam pidato refleksi miladnya menegaskan bahwa "program kelas mengaji isyarat" merupakan bagian dari komitmen besar 'Aisyiyah dalam menjalankan dakwah kemanusiaan yang inklusif. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat, termasuk Teman Tuli, Teman Dengar, dan penyandang disabilitas lainnya, memiliki hak yang sama untuk merasakan indahnya nilai-nilai Islam.
Secara khusus, Innik memberikan apresiasi tinggi kepada duet maut Ibu 'Aisyiyah dan Ananda Aisyah Grisseta Az-Zahra yang baru saja menorehkan prestasi di kancah nasional.
"Bapak Ibu, ananda Aisyah Grisseta ini adalah mahasiswi berprestasi. Dia mengikuti Seleksi Awal Nasional (SAN) Pemilihan Mahasiswa Disabilitas Berprestasi (Pilmapres) 2026 oleh Kemendikti Sains dan Teknologi, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 2026," ujar Innik bangga.
Innik juga menyampaikan rasa syukur atas konsistensi program GALA di Kabupaten Gresik yang kini telah membina puluhan jemaah dari berbagai kecamatan.
Baca Juga: Kabupaten Gresik Miliki Komunitas Mengaji Isyarat, Cahaya Al-Qur'an dalam Gerak
"Alhamdulillah, melalui program GALA, kita rutin menggelar kegiatan ngaji isyarat, bina disabilitas, hingga bina keluarga disabilitas. Saat ini sudah ada 36 jemaah di wilayah tengah dan 18 jemaah di wilayah utara yang aktif mengaji bersama. Insya Allah, sebelum mengakhiri periode di tahun 2027, target kami adalah merangkul dan mengumpulkan Teman Tuli yang ada di wilayah selatan Kabupaten Gresik," ungkap Innik disambut tepuk tangan gemuruh para undangan.
Inovasi inklusif ini turut memantik apresiasi dari Dra. Sri Pratiwi Ningrum, M.H.E.S., selaku Sekretaris Majelis Hukum dan HAM (MHH) Pimpinan Wilayah 'Aisyiyah Jawa Timur. Menurutnya, langkah PDA Gresik merupakan kreativitas yang sangat langka dan menyentuh esensi kemanusiaan.
"Ini kreativitas yang sangat langka dan bentuk kepedulian nyata terhadap disabilitas. Mereka ditempatkan sejajar karena prestasinya sangat dihargai. Hal ini cukup memotivasi, terutama bagi sesama disabilitas agar tetap semangat mengejar peluang yang sama. Sukses untuk PDA Gresik, semua rangkaian kegiatan luar biasa ini sudah saya laporkan ke Grup MHH Jatim," tutur Sri Pratiwi Ningrum bangga.
Momen mengaji isyarat ini sekaligus merefleksikan tema Milad ke-109 'Aisyiyah, yaitu "Memperkokoh Dakwah Kemanusiaan Mewujudkan Perdamaian".
Melalui program inklusif seperti ini, PDA 'Aisyiyah Kabupaten Gresik terus bergerak memastikan dakwah Islam yang berkemajuan dapat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Lebih lanjut, Innik menjelaskan bahwa perempuan berkemajuan harus menjadi aktor perdamaian dan solusi nyata di tengah krisis sosial.
"Dakwah kemanusiaan adalah inti gerakan 'Aisyiyah yang mewujudkan prinsip kasih sayang, toleransi, dan perdamaian agar Islam benar-benar hadir sebagai Rahmatan Lil 'Alamin. Melalui peluncuran POSBAKUM (Pos Bantuan Hukum) ‘Aisyiyah, pendidikan inklusif, hingga pemberdayaan disabilitas, kita ingin memastikan nilai keadilan dan kepedulian sosial itu nyata. Apa yang kita capai hari ini adalah buah kerja keras ibu-ibu pimpinan cabang, ranting, dan para sesepuh yang diwariskan kepada kita untuk terus diteruskan dengan penuh rasa syukur," pungkas Innik penuh semangat. (nov/han)
Editor : Hany Akasah