Ekonomi & Bisnis Features Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kota Gresik Lifestyle Moncer Seru Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro Politika Sosial Sport & Health

Riuhnya Lebaran Ketupat di Desa Yosowilangun Gresik, Berburu Snack hingga Tukar Kuliner Ketupat

Hany Akasah • 2026-03-30 09:16:50
Lincah : Para warga Yosowilangun berkeliling memenuhi halaman rumah untuk berburu snack. (Dok/Radar Gresik)
Lincah : Para warga Yosowilangun berkeliling memenuhi halaman rumah untuk berburu snack. (Dok/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Suasana pagi di Desa Yosowilangun, Kecamatan Manyar, tampak berbeda dari biasanya. Usai azan subuh berkumandang, puluhan warga mulai memadati jalanan kampung. 

Mulai dari anak-anak yang antusias, remaja, hingga ibu-ibu tampak sumringah menggendong tas, siap berburu snack dan uang dari rumah ke rumah pada Sabtu (28/5) pagi.

Kemeriahan ini merupakan bagian dari Tradisi Sorak Iyo, sebuah kearifan lokal yang rutin digelar warga Yosowilangun saat merayakan Lebaran Ketupat, beberapa hari setelah Idul Fitri.

Baca Juga: Wujudkan Program Presiden Prabowo, KDMP Yosowilangun Targetkan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Desa

Tradisi ini menjadi ajang berbagi antarwarga. Setiap rumah yang berpartisipasi telah menyiapkan berbagai kudapan, jajanan, hingga amplop berisi uang untuk dibagikan kepada warga yang berkeliling.

Riuh rendah tawa anak-anak saat mendapatkan snack favorit mereka menjadi pemandangan khas dalam momen ini.

Meski tren pemberian saat ini banyak beralih ke snack kemasan yang lebih praktis, warga Yosowilangun tidak meninggalkan jati diri Lebaran Ketupat. Hidangan tradisional seperti ketupat dan lepet tetap menjadi menu wajib yang dibuat di dapur-dapur warga.

Baca Juga: Lebaran Ketupat di Gunung Pentung, Ribuan Peziarah Padati Makam Raden Sakti

Sisi religius tradisi ini pun tetap terjaga. Sementara anak-anak dan ibu-ibu berkeliling kampung, para bapak membawa bakul berisi ketupat dan lepet menuju Masjid Zahidin. Di sana, warga berkumpul untuk menggelar doa bersama sebagai wujud syukur.

Usai doa, momen yang dinanti tiba: tukar ketupat. Para bapak saling bertukar hidangan yang mereka bawa dari rumah. Ketupat-ketupat tersebut disajikan dengan aneka olahan menggugah selera, mulai dari sate, opor ayam, rendang, hingga kare ayam yang kaya rempah.

Salah satu warga Yosowilangun, Ramadhan Haqiqi, menuturkan bahwa acara tahunan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan warisan leluhur.

"Ini merupakan tradisi di Desa Yosowilangun yang sudah digelar turun-temurun. Kami ingin menjaga kebersamaan ini agar tidak hilang ditelan zaman," ujarnya.

Baca Juga: Wujudkan Program Presiden Prabowo, KDMP Yosowilangun Targetkan Jadi Pusat Ketahanan Pangan Desa

Sementara itu, Kepala Desa Yosowilangun, H. Abdur Rosyid, mengaku bangga melihat antusiasme warga yang tetap tinggi dalam melestarikan budaya desa.

"Tradisi Sorak Iyo ini adalah simbol kerukunan dan keguyuban warga kami. Selain sebagai bentuk syukur atas nikmat setelah berpuasa, kegiatan ini efektif mempererat tali silaturahmi antar-tetangga, sehingga hubungan antarwarga di Yosowilangun selalu harmonis," ungkap H. Abdur Rosyid.

Melalui tradisi Sorak Iyo, Desa Yosowilangun berhasil memadukan kemeriahan pesta rakyat dengan khidmatnya nilai-nilai spiritualitas, menjadikan Lebaran Ketupat sebagai momen yang selalu dirindukan setiap tahunnya. (jar/han)

Editor : Hany Akasah
#lebaran #Yosowilangun #gresik #manyar #ketupat