Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Menelusuri Jejak Masjid Pesucinan, Simbol Dakwah Tertua Syeikh Maulana Malik Ibrahim di Tanah Jawa

Yudhi Dwi Anggoro • Jumat, 27 Februari 2026 | 11:05 WIB

MASJID TERTUA : Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim di dusun Pesucinan, desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.
MASJID TERTUA : Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim di dusun Pesucinan, desa Leran, Kecamatan Manyar, Gresik.

RADAR GRESIK – Di sebuah sudut tenang Dusun Pesucinan, Desa Leran, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, berdiri kokoh sebuah bangunan suci yang menyimpan memori awal Islamisasi di Nusantara.

Masjid Syeikh Maulana Malik Ibrahim, atau yang lebih akrab dikenal warga sebagai Masjid Pesucinan, diyakini sebagai salah satu masjid tertua di Pulau Jawa yang menjadi tonggak dakwah Wali Songo.

Berjarak sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Gresik, masjid ini bukan sekadar tempat ibadah biasa. Ia merupakan saksi bisu kedatangan Syeikh Maulana Malik Ibrahim dari Persia pada abad ke-14, di tengah dominasi pengaruh Kerajaan Majapahit di wilayah yang dahulu bernama Desa Sembolo tersebut.

Nama "Pesucinan" yang melekat pada masjid ini memiliki makna historis yang mendalam. Menurut tradisi lisan warga setempat, istilah tersebut merujuk pada proses "mensucikan" masyarakat Leran yang kala itu mayoritas menganut agama Hindu dan Buddha sebelum memeluk Islam melalui dakwah damai Sang Wali.

Keaslian arsitektur masjid ini tetap terjaga dengan baik. Di dalamnya, pengunjung masih dapat menemui berbagai peninggalan autentik, mulai dari mimbar kuno, kubah, hingga kolam atau sumur berukuran 3x3 meter.

Bahkan, terdapat sebuah batu bersejarah yang diyakini masyarakat sebagai tempat bersandarnya kapal pada masa lampau.

Ketua Takmir Masjid Pesucinan, Muhammad Mushollin, menjelaskan bahwa nilai sejarah kawasan Leran telah diakui secara luas, bahkan dalam literatur arkeologi internasional.

“Dalam beberapa literatur disebutkan Islam sudah masuk ke Gresik sejak abad ke-11. Hal itu dibuktikan dengan ditemukannya prasasti pada nisan makam Siti Fatimah binti Maimun tahun 1082 Masehi di Dusun Pesucinan. Prasasti Leran ini disebut sebagai salah satu bukti tertua keberadaan Islam di Asia Tenggara,” jelas Musholin pada Kamis (26/2).

Nuansa historis semakin kuat dengan adanya cungkup dan makam para santri di sisi kanan masjid. Keberadaan makam-makam ini mempertegas peran Masjid Pesucinan sebagai pusat pendidikan Islam pertama di wilayah tersebut.

Bagi warga setempat, menjaga Masjid Pesucinan adalah menjaga amanah sejarah. Kholili, salah satu warga Dusun Pesucinan, mengungkapkan bahwa masjid ini memiliki tarikan spiritual yang kuat bagi masyarakat Leran.

“Masjid ini memiliki unsur religius yang sangat tinggi karena dibangun langsung oleh Sunan Maulana Malik Ibrahim. Kami menjaga dan merawatnya sebagai warisan sejarah sekaligus tempat ibadah utama kami,” tuturnya.

Terutama di bulan suci Ramadan, atmosfer religius di masjid ini semakin kental. Warga tetap memfungsikan masjid tua ini secara aktif untuk salat lima waktu dan salat tarawih, memastikan bahwa warisan Syeikh Maulana Malik Ibrahim tetap "hidup" dan terus menyinari hati umat ratusan tahun setelah kepergiannya. (yud/han) 

Editor : Hany Akasah
#Malik Ibrahim #Leran #gresik #manyar #masjid