Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Meneladani Nyai Ageng Pinatih, Majelis Rebo Awal Gresik Dipenuhi Doa untuk Korban Bencana

Fajar Yuliyanto • Jumat, 5 Desember 2025 | 19:33 WIB
Khidmat : Suasana majelis Rebo awal di kompleks makam Nyi Ageng Pinatih.
Khidmat : Suasana majelis Rebo awal di kompleks makam Nyi Ageng Pinatih.

RADAR GRESIK – Tradisi spiritual Majelis Rebo Awal di Pesarean Nyai Ageng Pinatih, Kebungson, kembali menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hangat.

Rabu (3/12), Majelis rutin yang bertepatan dengan akhir tahun dan peringatan dua tahun penyelenggaraan ini, tidak hanya diisi dengan doa untuk para leluhur, tetapi juga diwarnai semangat kepedulian sosial yang meneladani nilai-nilai kemanusiaan yang dijaga oleh Nyai Ageng Pinatih.

Acara yang dihadiri sekitar 500 hadirin, termasuk Camat Gresik Jalesvie Triyatmoko, Forkopimcam, serta kepala kelurahan dan desa se-Kecamatan Gresik, secara khusus memanjatkan doa keselamatan bagi masyarakat Aceh dan Sumatra yang tengah terdampak bencana alam.

Doa keselamatan dipanjatkan agar mereka diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan melewati masa sulit di tengah intensitas musim penghujan.

Rangkaian majelis diawali dengan Khotmil Qur’an bin Nadhor dan Amaliyah Nyai Ageng Pinatih. Acara dilanjutkan dengan pembacaan Sholawat Nabi dan Tahlil yang dipimpin Gus H. Romi Mubarok.

Momen kunci adalah sesi Ngaji Budaya oleh Budayawan Gresik, Kris Adji A.W., yang mengulas berbagai versi kisah perjalanan hidup Nyai Ageng Pinatih sebagai tokoh penyebar Islam yang tidak hanya fokus pada dakwah, tetapi juga dikenal sebagai penjaga nilai kemanusiaan di pesisir Gresik. Kisah ini menegaskan bahwa spiritualitas dan kepedulian sosial harus berjalan beriringan.

Acara ditutup dengan Mauidloh Hasanah oleh KH. Ahmad Fathoni Abdus Syukur, yang mengajak jamaah untuk memperbanyak amal kebajikan kepada sesama dan kepada alam, sebagai bentuk kesadaran spiritual yang memberikan manfaat luas (rahmatan lil alamin).

Camat Gresik, Jalesvie Triyatmoko, menegaskan pentingnya kegiatan ini. Menurutnya kegiatan doa bersama dan kajian budaya seperti ini penting untuk menjaga kekuatan spiritual sekaligus melestarikan kearifan lokal.

"Selain mempererat persaudaraan warga, majelis ini juga menjadi momentum untuk mendoakan keselamatan bangsa,” ujar Jalesvie.

Penggagas kegiatan, Kepala Kelurahan Kebungson M. Fither Kuntajaya, berharap Majelis Rebo Awal ini membawa keberkahan bagi warganya dan menjadi wasilah doa keselamatan, terutama bagi saudara-saudara yang tertimpa bencana.

"Majelis Rebo Awal kembali membuktikan bahwa warisan spiritual Nyai Ageng Pinatih terus hidup, menjadi jembatan antara penghormatan pada leluhur, pelestarian budaya, dan peningkatan kepedulian sosial di tengah masyarakat Gresik," pungkasnya. (jar/han) 

Editor : Hany Akasah
#gresik #majelis #Bencana #nyi ageng pinatih #Kebungson