Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Hari Kartini, Kilas Balik Perjuangan dan Semangat Kebangkitan Perempuan Pribumi

Riri Masfardian • Selasa, 22 April 2025 | 19:47 WIB
JEJAK KARTINI : Menginspirasi Kesetaraan dan Kemajuan Perempuan Indonesia Hingga Kini
JEJAK KARTINI : Menginspirasi Kesetaraan dan Kemajuan Perempuan Indonesia Hingga Kini

RADAR GRESIK - Hari Kartini diperingati setiap tanggal 21 April untuk mengenang jasa dan perjuangan Raden Ajeng Kartini, seorang tokoh pahlawan nasional yang dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi di Indonesia. Ia lahir pada 21 April 1879 di Jepara, Jawa Tengah, dalam keluarga bangsawan Jawa yang masih memegang kuat tradisi.

Meskipun berasal dari keluarga priyayi, Kartini merasakan langsung keterbatasan peran perempuan pada masanya, terutama dalam hal akses pendidikan.

Setelah usia 12 tahun, ia mengalami masa "pingit" atau dikurung di rumah karena tradisi, dan tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah secara formal. Namun, Kartini tidak menyerah. Ia tetap belajar secara otodidak melalui buku, majalah, dan surat-menyurat dengan sahabat-sahabatnya di Belanda.

Dari korespondensi itulah lahir pemikiran-pemikiran kritis Kartini mengenai kesetaraan gender, pendidikan, dan hak-hak perempuan. Setelah wafat pada usia muda, yaitu 25 tahun (17 September 1904), surat-suratnya dikumpulkan dan diterbitkan dalam buku berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).

Pemikiran Kartini menjadi api awal perjuangan perempuan Indonesia untuk mendapat hak setara dalam berbagai bidang kehidupan.

Untuk menghormati perjuangannya, pemerintah Indonesia di era Presiden Soekarno menetapkan tanggal kelahirannya, 21 April, sebagai Hari Kartini melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 108 Tahun 1964. Sejak saat itu, setiap tahun rakyat Indonesia memperingatinya dengan berbagai kegiatan yang mengangkat peran dan kemajuan perempuan.

Hari Kartini bukan hanya sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk terus mendorong peran perempuan dalam pendidikan, ekonomi, politik, dan teknologi. Semangat Kartini menjadi simbol bahwa perempuan Indonesia memiliki hak dan potensi yang sama dalam membangun bangsa. (mil/lid/han)

Editor : Hany Akasah
#kartini #PEREMPUAN #pendidikan