Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Tangani PMK, Pemkab Gresik Gandeng Fakultas Kedokteran Hewan

Hany Akasah • Jumat, 13 Mei 2022 | 12:00 WIB
PENYEKATAN: Anggota Polsek Wringinanom serta petugas gabungan saat melakukan penyekatan di simpang empat Legundi, Driyorejo dan wilayah Kecamatan Wringinanom. (ist/radar gresik)
PENYEKATAN: Anggota Polsek Wringinanom serta petugas gabungan saat melakukan penyekatan di simpang empat Legundi, Driyorejo dan wilayah Kecamatan Wringinanom. (ist/radar gresik)
GRESIK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik menggandeng Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) untuk menangani wabah PMK (penyakit mulut dan kaki). Tercatat, sebanyak 402 ekor hewan ternak sapi yang terjangkit penyakit mulut dan kuku di wilayah Kabupaten Gresik.

Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan seluruh OPD dan kepala desa untuk melakukan pendataan yang valid dan terukur, berapa jumlah ternak yang sakit dan yang sehat.

"Kami juga akan melakukan kerja sama dengan FKH Unair untuk mendampingi beberapa dokter hewan yang ditugaskan di Kabupaten Gresik dalam melakukan pengecekan kondisi sapi yang sedang sakit. Kami tadi melihat beberapa ekor yang sudah disuntikkan vitamin, dan menunjukkan potensi kesembuhan," jelasnya, di Gresik, Kamis (12/5).

Baca juga : Meluas, 700 Sapi Terinfeksi PMK Pedagang Daging Mulai Ketar Ketir

Bupati yang akrab disapa Gus Yani ini mengatakan, saat ini pihaknya masih menerapkan lockdown atau isolasi hewan berbasis kandang, dan juga menutup pasar hewan sementara sampai wabah PMK dapat diatasi.

"Kami ingin menggaris bawahi, wabah PMK yang menyerang hewan ternak ini tidak menular kepada manusia. Ini yang harus kita sampaikan kepada masyarakat. Insyaallah wabah PMK bisa kita selesaikan. Kita berikan vitamin selagi menunggu vaksin yang akan diberikan dari Kementan," tegasnya.



Sementara itu, untuk memantau peredaran daging sapi yang aman dan terhindar dari penyakit PMK Satgas Pangan melakukan peninjauan secara langsung terhadap penjual daging sapi di pasar dan memantau langsung kandang milik peternak sapi yang ada di Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Mochammad Nur Azis mengatakan pemantauan di pasar di dampingi secara langsung oleh Kepala Dinas Pertanian Eko Anindito Putro melihat langsung kondisi stan para pedagang daging sapi yang berada di pasar di Kecamatan Balongoanggang.  Saat melakukan pengecekan terlihat sejumlah pasar hewan di Balongpanggang ditutup dikarenakan terkait surat edaran Bupati pasar hewan tutup sementara.  "Penutupan pasar ini untuk sementara untuk mengurangi antisipasi penularan PMK, " ujarnya.

Baca juga : Satgas Pangan Temukan Sapi Terserang PMK di Rumah Pemotongan Hewan

Baca juga : PMK Tidak Menular ke Manusia, Pemerintah Bakal Gelar Lockdown Zonasi

Salah satu pertenak sapi milik H. Bakri warga Kecamatan Balongpanggang mengatakan Sapi miliknya yang terinfeksi PMK menunjukkan kesembuhan usai petugas dari Dinas Pertanian Gresik memberikan vitamin kepada sapi yang terinfeksi PMK.  "Nafsu makan sapi kembali normal usai di beri vitamin dan 35 ekor sapi saya sembuh dari PMK," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro menambahkan penyakit PMK tidak menular ke manusia. Penyakit ini hanya menular ke hewan saja khususnya hewan ternak.

"Distribusi di pasar hewan kita tutup. Pemotongan terpusat di RPH sehingga daging sapi benar-benar sehat yang didistribusikan ke masyarakat," pungkasnya.(fir/yud/han) Editor : Hany Akasah
#binatang ternak #wabah PMK #kedokteran #Satgas Pangan #Rumah Potong Hewan