Hal tersebut disampaikan Khofifah disela-sela kunjungannya ke kandang ternak milik H. Bakri di Dusun Wates, Desa Kedungpring, Kec. Balongpanggang. Menurut Khofifah melalui karantina dan isolasi virus PMK dapat diminimalisir.
"Penularan virus PMK ini bisa terjadi lewat udara atau airborne yang mirip dengan Covid-19, sehingga langkah antisipatifnya [isolasi] bisa lebih mudah tidak meluas nantinya," ujarnya.
Menurut Khofifah, isolasi hewan baik yang sehat maupun sakit, dapat mengendalikan penularan PMK yang lebih luas mulai dari lingkup terkecil, yaitu kecamatan. Dia pun minta jangan sampai ada interaksi antara hewan ternak yang positif PMK dan yang sehat.
"Kalau penyebarannya melalui transmisi udara, maka hewan yang di dalam jangan keluar dan hewan yang dari luar jangan masuk ke dalam. Pola pencegahan ini mirip dengan penanganan Covid-19," katanya.
Sementara itu, Khofifah pun sempat meninjau langsung proses pengobatan intensif pada hewan ternak di Kabupaten Gresik, salah satu dari empat kabupaten di Jatim yang mengonfirmasi kasus PMK. Khofifah menyaksikan tahapan pengobatan hewan ternak, yaitu diberikan vitamin atau antibiotik melalui suntikan. Obat dan vitamin diberikan sebanyak tiga hari sekali.
Tanda klinis penyakit PMK di antaranya demam tinggi 39-41 derajat celcius, keluar lendir berlebihan dari mulut dan berbusa.
Hewan yang terjangkit juga mengalami luka-luka seperti sariawan pada rongga mulut dan lidah, tidak mau makan, kaki pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku, sulit berdiri, gemetar, napas cepat, produksi susu turun drastis dan menjadi kurus.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Gresik, Eko Anindito Putro menyebut untuk sementara waktu pasar hewan di Gresik akan ditutup sementara guna meminimalisir penyebaran virus PMK ini.
Baca juga : Ratusan Ternak Terserang PMK, Tiga Pasar Hewan di Gresik Lockdown
“Untuk sementara waktu, kita juga akan melakukan penutupan sementara Pasar Hewan guna melakukan depopulasi (dimusnahkan) pada ternak yang terkonfirmasi positif terkena PMK," kata Eko.
Dengan ditetapkannya wabah yang terjadi, nantinya peternak akan diberikan vaksinasi ataupun obat dari pemerintah yang saat ini bisa diperoleh jika impor, karena Pusvetma terakhir membuat vaksin PMK di tahun 1986. (*/han) Editor : Hany Akasah