Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bahayakah Ibu Hamil dan Menyusui Berpuasa? Berikut Tips Sehatnya

Hany Akasah • Jumat, 8 April 2022 | 13:32 WIB
dr. Nur Lailatul F. SpOG. M.Ked. Klin Dokter Spesialis Kandungan RS SEMEN Gresik (Dok/Radar Gresik)
dr. Nur Lailatul F. SpOG. M.Ked. Klin Dokter Spesialis Kandungan RS SEMEN Gresik (Dok/Radar Gresik)
GRESIK - Puasa Ramadan merupakan salah satu ibadah yang wajib dilakukan oleh setiap umat muslim. Bagaimana dengan ibu hamil atau ibu menyusui yang ingin berpuasa? Pertanyaan ini menjadi pembahasan di praktik dokter kandungan ketika memasuki bulan Ramadan.

Puasa yang dilakukan ibu hamil termasuk sehat. Berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tidak memiliki efek samping terhadap aliran darah dari ibu ke janin. Aliran darah dari ibu ke janin merupakan hal yang sangat penting karena menjadi cikal bakal pertumbuhan janin. Salah satu dampak bila aliran darah dari ibu ke janin berkurang yaitu pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restricition), dimana berat badan bayi lebih kecil dari usia kehamilannya.

Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Gresik Kebut Vaksinasi

Dari beberapa studi disebutkan bahwa ibu hamil yang berpuasa erat kaitannya dengan perubahan metabolik dalam darah seperti penurunan kadar glukosa darah, insulin, asam amino, dan laktat. Oleh karena itu, ibu hamil yang menderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan yang merawat. Ibu hamil kondisi normal yang melalukan puasa juga tidak meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur, maupun berat badan bayi.

Hal positif lainnya, puasa dapat mencegah kenaikan berat badan ibu hamil berlebih. Apabila kenaikan berat badan ibu hamil dalam rentang yang dianjurkan, maka dapat mengurangi risiko terjadinya preeklampsia (hipertensi dalam kehamilan).

Puasa pada kehamilan trimester 1 yang mengalami keluhan mual atau muntah memiliki risiko 1,5 kali lipat untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Dimana pada saat TM1 ini, pembentukan plasenta belum sempurna, dan sedang dalam proses pembentukan organ. Bila pada trimester ini bumil mengalami mual muntah hebat, pusing, berdebar, berkeringat dingin, kembung atau bahkan nyeri ulu hati sebaiknya dianjurkan tidak berpuasa.

Berpuasa saat trimester kedua, mulai 14-28 minggu, dapat menurunkan risiko terjadinya kencing manis dan obesitas selama hamil. Dari jurnal Maternal Fetal Medicine disebutkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara ibu hamil yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa terhadap metode persalinan, berat bayi lahir, dan kondisi janin. Umumnya berpuasa saat trimester 2 adalah kondisi yang paling nyaman, dimana keluhan mual muntah biasanya sudah tidak terjadi.

Pada trimester ketiga ( 28-40 minggu) juga merupakan usia kehamilan yang nyaman untuk berpuasa. Hanya saja , terutama beberapa minggu sebelum persalinan, ibu hamil terkadang mengalami keluhan seperti perut kencang, kram perut bawah, atau bahkan keluar darah yang merupakan tanda-tanda persalinan, sehingga pada kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa.

Lalu, bagaimana tips hamil sehat berpuasa?

Kebutuhan kalori pada ibu hamil dan menyusui sekitar 2000-2500 kalori/ hari dan  kebutuhan cairan sekitar 2-3 Liter / hari yang dapat dibagi 8-10 gelas masing-masing 250cc yaitu 2 gelas saat maghrib, 2 gelas saat setelah tarawih, 2 gelas saat mau tidur, 2 gelas saat akan sahur.

Pada saat sahur, dianjurkan :

Pada saat berbuka, dianjurkan :

Batalkan puasa jika mengalami  hal seperti :

Ibu hamil yang menderita hipertensi, diabetes, mual muntah berlebih atau kram perut disertai perdarahan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila ingin berpuasa. (han) Editor : Hany Akasah
#Rumah Sakit Semen #RSSG #gresik #Ramadan #ibu hamil dan menyusui