Puasa yang dilakukan ibu hamil termasuk sehat. Berpuasa dari terbit fajar hingga terbenam matahari, tidak memiliki efek samping terhadap aliran darah dari ibu ke janin. Aliran darah dari ibu ke janin merupakan hal yang sangat penting karena menjadi cikal bakal pertumbuhan janin. Salah satu dampak bila aliran darah dari ibu ke janin berkurang yaitu pertumbuhan janin terhambat (intrauterine growth restricition), dimana berat badan bayi lebih kecil dari usia kehamilannya.
Baca Juga : Jelang Mudik Lebaran, Dinkes Gresik Kebut Vaksinasi
Dari beberapa studi disebutkan bahwa ibu hamil yang berpuasa erat kaitannya dengan perubahan metabolik dalam darah seperti penurunan kadar glukosa darah, insulin, asam amino, dan laktat. Oleh karena itu, ibu hamil yang menderita diabetes sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan yang merawat. Ibu hamil kondisi normal yang melalukan puasa juga tidak meningkatkan risiko terjadinya persalinan prematur, maupun berat badan bayi.
Hal positif lainnya, puasa dapat mencegah kenaikan berat badan ibu hamil berlebih. Apabila kenaikan berat badan ibu hamil dalam rentang yang dianjurkan, maka dapat mengurangi risiko terjadinya preeklampsia (hipertensi dalam kehamilan).
Puasa pada kehamilan trimester 1 yang mengalami keluhan mual atau muntah memiliki risiko 1,5 kali lipat untuk melahirkan bayi dengan berat lahir rendah. Dimana pada saat TM1 ini, pembentukan plasenta belum sempurna, dan sedang dalam proses pembentukan organ. Bila pada trimester ini bumil mengalami mual muntah hebat, pusing, berdebar, berkeringat dingin, kembung atau bahkan nyeri ulu hati sebaiknya dianjurkan tidak berpuasa.
Berpuasa saat trimester kedua, mulai 14-28 minggu, dapat menurunkan risiko terjadinya kencing manis dan obesitas selama hamil. Dari jurnal Maternal Fetal Medicine disebutkan tidak ada perbedaan yang signifikan antara ibu hamil yang berpuasa dengan yang tidak berpuasa terhadap metode persalinan, berat bayi lahir, dan kondisi janin. Umumnya berpuasa saat trimester 2 adalah kondisi yang paling nyaman, dimana keluhan mual muntah biasanya sudah tidak terjadi.
Pada trimester ketiga ( 28-40 minggu) juga merupakan usia kehamilan yang nyaman untuk berpuasa. Hanya saja , terutama beberapa minggu sebelum persalinan, ibu hamil terkadang mengalami keluhan seperti perut kencang, kram perut bawah, atau bahkan keluar darah yang merupakan tanda-tanda persalinan, sehingga pada kondisi ini dianjurkan untuk tidak berpuasa.
Lalu, bagaimana tips hamil sehat berpuasa?
Kebutuhan kalori pada ibu hamil dan menyusui sekitar 2000-2500 kalori/ hari dan kebutuhan cairan sekitar 2-3 Liter / hari yang dapat dibagi 8-10 gelas masing-masing 250cc yaitu 2 gelas saat maghrib, 2 gelas saat setelah tarawih, 2 gelas saat mau tidur, 2 gelas saat akan sahur.
Pada saat sahur, dianjurkan :
- makan tinggi protein atau tinggi serat supaya lama dicerna seperti oatmeal, putih telur, daging, ikan, gandum, kentang
- Hindari makanan junk food / makanan siap saji, dan berlemak karena akan mengahambat pengosongan lambung
- Minum 2-3 gelas air @250cc
- Serta minum vitamin hamil
Pada saat berbuka, dianjurkan :
- Hindari makanan junk food / makanan siap saji, berlemak dan pemanis buatan yang berlebihan
- Makan dalam porsi kecil tapi sering
- Minum 2-3 gelas air @250cc
Batalkan puasa jika mengalami hal seperti :
- Sesak
- mual muntah berlebih
- pandangan kabur/ berputar
- berkeringat dingin
- pusing
- badan lemas,
- berat badan bumil menurun drastis
- Kencing berwarna pekat gelap tanda dehidrasi
Ibu hamil yang menderita hipertensi, diabetes, mual muntah berlebih atau kram perut disertai perdarahan, sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter bila ingin berpuasa. (han) Editor : Hany Akasah