Ibarat sekali mendayung dua, tiga pulau terlampaui, Kakek Giry menyatakan, menikah berkali-kali bukan tanpa alasan. Ritual kowan-kawin itu merupakan syaratnya pengin cepat kaya tanpa usaha. Praktik pesugihan ala kawin-kawinan itu sudah dilakoni itu pun sudah diketahui keluarga besarnya. “Mereka (keluarga,red) fun..fun aja kok. Semua saya kasih usaha, ada yang toko, rumah makam, butik. Banyaklah,” bangga pengusaha bongkar muat barang tersebut di sela-sela proses pengurusan ahli waris di Pengadilan Agama Gresik, Kamis (5/8/2021).
baca kisah sebelumnya di https://radargresik.jawapos.com/lifestyle/30/07/2021/makin-tua-kakek-giry-ngaku-tambah-bersantan-istrinya-sudah-27/
Kakek Giry mengatakan, tradisi kawinan dimulai sejak usianya, 25 tahun, kisaran 1971. Konon, Kakek Giry bertemu dengan temannya asal Lamongan. “Aku dulu itu ngambilin barang rongsokan, dijual. Kemudian, saya diajak ke dukun Lamongan, banyaklah syaratnya. Salah satunya, harus menikah lagi,” kata Giry. Bisa dipastikan istri pertamanya menolak. Mereka tida k bertegur sapa hingga berminggu. Jatah malam hari Kakek Giry pun berkurang. Tanpa menyerah, si kakek menjelasan ritual itu juga demi masa depan keluarga mereka. Sampai akhirnya, istri menyetujui. Pernikahan istri kedua digelar, berjalan lancar pula. “Enak rasanya istri banyak..hehee. Iya, namanya saya juga manusia ya pasti kurang lagi. Akhirnya ke dukun lagi, boleh nambah? Lho boleh,” selorohnya Kakek Giry sembari tertawa genit. Ndilalah, dukun mendukung jika ingin kaya menikah lagi..lagi dan lagi.
Menurutnya, tak ada ritual khusus selain banyak kawin. Cukup meminta izin kepada istri dan melakukan puasa Senin, Kamis, Jumat dan malam purnama. Ia juga sering ritual di Gunung Kawi, Malang. Ritual lainnya masih normal. “Dulu mudanya sih ritualnya harus banyak jamu, sekarang sudah jarang. Badan encok,” kata Kakek Giry. (Hany Akasah)
Bersambung...... Editor : Hany Akasah