BPJS Ketenagakerjaan Gresik Buka Jalan Ahli Waris untuk Bangkit dan Mandiri

Cak Fir • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:00 WIB
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Jainul Arifin bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono menyapa pelanggan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Jainul Arifin bersama Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono menyapa peserta BPJS Ketenagakerjaan.

GRESIK – Kesejahteraan pekerja dan keluarganya menjadi tujuan dari setiap perlindungan yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan. Karena itu, kehadiran jaminan sosial ketenagakerjaan tidak hanya dimaknai sebagai perlindungan saat pekerja menghadapi risiko, tetapi juga sebagai upaya menjaga keberlanjutan kehidupan pekerja dan keluarganya.

Semangat tersebut dihadirkan dalam peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026. Bukan sekadar seremoni, Harpelnas menjadi momentum bagi seluruh jajaran BPJS Ketenagakerjaan untuk hadir lebih dekat dalam memberikan pelayanan, perlindungan, sekaligus pemberdayaan kepada pekerja. Di Gresik, semangat tersebut diwujudkan melalui pelayanan langsung kepada peserta. 

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Gresik, Purwantono menyebut jaminan sosial ketenagakerjaan memegang peranan penting dalam menjaga keberlanjutan hidup pekerja dan keluarganya ketika menghadapi risiko, mulai dari kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, memasuki hari tua, hingga meninggal dunia.

"Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial telah dibayarkan. Masih ada kehidupan yang harus dilanjutkan dan keluarga yang perlu kembali berdiri setelah melewati masa sulit," ujarnya.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penerima Manfaat (PEKA). Setelah menerima manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan, para ahli waris mendapatkan pendampingan melalui program tersebut.

Melalui pelatihan dan pendampingan yang diterima, para penerima manfaat didorong untuk membangun kemandirian ekonomi dan kembali bangkit. Salah satunya dengan merintis usaha sebagai sumber penghidupan bagi keluarga, termasuk usaha kue tradisional. 

Dalam kesempatan yang sama, Kantor BPJS Ketenagakerjaan Gresik juga membuka stan produk usaha para ahli waris penerima santunan. Berbagai produk, mulai dari makanan hingga souvenir, dipamerkan dan dipasarkan di Kantor Cabang Gresik. Kehadiran stan UMKM tersebut menjadi ruang bagi para ahli waris untuk memperkenalkan dan memasarkan produk usaha mereka kepada masyarakat.

"Kisah para penerima manfaat yang mampu kembali bangkit dan mengembangkan usaha menjadi gambaran bahwa manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan dapat memberikan nilai yang lebih jauh bagi pekerja dan keluarganya," imbuhnya.

Semangat tersebut sejalan dengan Value Beyond Protection yang terus didorong BPJS Ketenagakerjaan. Melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan atau 3M, BPJS Ketenagakerjaan ingin memastikan pekerja mendapatkan pelayanan terbaik, semakin banyak pekerja memperoleh perlindungan, serta peserta dan keluarganya tetap memiliki kesempatan untuk kembali berdaya setelah menghadapi risiko.

“Harpelnas ini bukan sekadar momentum satu hari. Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, sekaligus memastikan manfaat yang diterima peserta dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi kehidupan mereka dan keluarganya,” kata Purwantono.

Selain meningkatkan pelayanan dan memberdayakan penerima manfaat, BPJS Ketenagakerjaan Gresik juga terus memperluas cakupan perlindungan kepada pekerja, termasuk sektor informal.

Dalam rangkaian Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Gresik melakukan sosialisasi kepada Komunitas Pelopor Usaha Gresik. Sebanyak 30 anggota komunitas tersebut selanjutnya didaftarkan dalam perlindungan BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian. Upaya ini guna memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

Ditempat sama Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Gresik Jainul Arifin mengatakan pelayanan harus menjadi perhatian utama, terutama bagi institusi yang berhubungan langsung dengan masyarakat.

“Pelayanan adalah hal yang utama, senyum pelanggan utama. Menciptakan inovasi untuk hari pelanggan yg lebih baik,” ujar Jainul Arifin.

Menurut Jainul, Harpelnas menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas layanan melalui berbagai inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

"Pelayanan tidak hanya berkaitan dengan proses administrasi, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan kemudahan, kenyamanan, serta pengalaman pelayanan yang ramah dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan," pungkasnya.

Editor : Cak Fir
hari pelanggan bpjs ketenagakerjaan gresik