Edukasi Keuangan, Bank Jatim Fasilitasi Pembukaan Tabungan di Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Gresik

Cak Fir • Dipublikasikan Jumat, 21 Agustus 2026 | 21:42 WIB
INKLUSI KEUANGAN SEJAK DINI : Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor, didampingi Direktur Pengawasan LJK 1 OJK Jatim, Nasirwan Ilyas, dan Direktur Bisnis Bank Jatim, Arief Suhirman, berfoto bersama para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik usai kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan. (FIRMAN/ RADAR GRESIK)
INKLUSI KEUANGAN SEJAK DINI : Anggota Komisi XI DPR RI, Thoriq Majiddanor, didampingi Direktur Pengawasan LJK 1 OJK Jatim, Nasirwan Ilyas, dan Direktur Bisnis Bank Jatim, Arief Suhirman, berfoto bersama para siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik usai kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan. (FIRMAN/ RADAR GRESIK)

RADAR GRESIK - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) dan Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jawa Timur X, Thoriq Majiddanor, menggelar kegiatan Edukasi dan Literasi Keuangan di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Gresik, Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, pada Jumat (21/8/2026).

Acara bertema “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan” ini diikuti sekitar 450 peserta yang terdiri dari pelajar, tenaga pendidik, hingga pegawai sekolah untuk membekali generasi muda pemahaman finansial sejak dini serta mengenalkan pemanfaatan layanan keuangan formal secara aman. 

Selama kegiatan, para siswa diajak memahami kebiasaan finansial sederhana seperti menyisihkan uang untuk ditabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta berhati-hati saat mengoperasikan perangkat digital.
 
Sebagai bentuk aksi nyata peningkatan inklusi keuangan di lingkungan sekolah, Bank Jatim turut memfasilitasi pembukaan rekening simpanan pelajar bagi siswa SRT 1 Gresik agar mereka dapat langsung mempraktikkan teori literasi yang telah didapat.

Direktur Bisnis Bank Jatim, Arief Suhirman, menegaskan bahwa pihak manajemen pusat menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama akselerasi inklusi keuangan nasional.
 
Baca Juga: Ringankan Beban Belajar Siswa, Bank Jatim Cabang Gresik Berikan Bantuan Kacamata Gratis
 
"Inklusi keuangan tidak boleh hanya menjadi wacana, tetapi harus diwujudkan dalam aksi nyata. Melalui sinergi bersama OJK dan DPR RI, Bank Jatim hadir untuk memastikan akses terhadap produk keuangan yang aman dapat menjangkau para pelajar hingga ke pelosok daerah. Kami percaya bahwa pembentukan karakter finansial yang bijak sejak sekolah akan menjadi benteng utama generasi muda dalam menghadapi tantangan ekonomi digital di masa depan," tegas Arief Suhirman. 
 
Hal senada diutarakan Pemimpin Bank Jatim Cabang Gresik, Abdullah Basid. Ia menyoroti pentingnya pembentukan karakter finansial anak muda melalui kepemilikan rekening tabungan sejak dini.

"Kami sangat berkomitmen mendukung program OJK dan pemerintah dalam memacu literasi serta inklusi keuangan sejak dini. Melalui pembukaan rekening simpanan bagi siswa SRT 1 Gresik hari ini, kami ingin menanamkan disiplin bahwa menabung adalah bagian dari perencanaan masa depan yang tertata, bukan sekadar menyisihkan sisa uang. Bank Jatim siap mendampingi mereka dengan layanan yang aman dan mudah diakses," ungkap Abdullah Basid di sela kegiatan pembagian kacamata gratis untuk pelajar.

Anggota Komisi XI DPR RI Dapil Jawa Timur X, Thoriq Majiddanor, mengingatkan para siswa untuk mewaspadai ancaman pinjaman online ilegal dan judi online yang kian marak.
 
Ia mengajak anak-anak membiasakan diri mengelola uang secara bijak sejak dini karena kebiasaan konsumtif hanya akan mendatangkan masalah di masa depan.
 
"Menabung bisa membuat masa depan adik-adik lebih aman. Lebih baik menabung daripada berutang," tegas pria yang akrab disapa Jiddan tersebut.
 

Dari pihak regulator, Kepala Direktorat Pengawasan Lembaga Jasa Keuangan 1 OJK Jawa Timur, Nasirwan Ilyas, mengimbau para pelajar agar bijak dan berhati-hati dalam memanfaatkan teknologi digital.
 
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi seperti PIN, password, dan kode OTP agar tidak menjadi korban kejahatan siber. "Literasi keuangan bukan hanya tentang mengetahui cara menabung atau menggunakan produk keuangan, tetapi juga berarti mampu menjaga uang dan data pribadi agar tetap aman," jelas Nasirwan.

Sementara itu, Bupati Gresik ke-7, Sambari Halim Radianto, memberikan motivasi agar para siswa tidak berkecil hati dengan keterbatasan ekonomi maupun latar belakang tempat tinggal. Ia membagikan pengalaman masa kecilnya di Desa Golokan yang sempat kesulitan bersekolah hingga harus mencari barang bekas untuk membiayai pendidikannya.
 
"Saya juga lahir dari desa terpencil, Golokan Sidayu. Masa kecil saya tidak mudah karena sempat tidak bisa sekolah. Untuk biaya sekolah, saya harus mencari rombeng dari Gresik sampai Manukan, Surabaya. Tidak perlu minder. Kuncinya hanya semangat," ungkap Sambari.

Menutup rangkaian acara, Kepala SRT 1 Gresik, Rangga Pratama Wahyudiarta, mengapresiasi kolaborasi edukasi yang dinilainya selaras dengan upaya menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Ia berharap pemahaman finansial dasar yang diberikan dapat membentuk karakter siswa menjadi lebih bijak.
 
"Kami berharap kegiatan penguatan literasi keuangan yang dikenalkan sejak bangku sekolah melalui cara yang sederhana dan mudah dipahami dapat mendorong siswa melakukan kegiatan bermanfaat seperti menabung, tidak boros, serta menjaga password dan data pribadi menjadi bekal penting bagi siswa untuk tumbuh menjadi generasi yang mandiri dan bijak mengelola keuangan," pungkas Rangga. (nov/fir/han)
Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
Edukasi Keuangan Simpanan Pelajar SRT 1 Gresik Sekolah Rakyat bank jatim