Smelter Gresik Bersiap Start Up, Freeport Indonesia Percepat Pemulihan Produksi

Cak Fir • Dipublikasikan Selasa, 18 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Optimis : Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan rangkaian acara HUT RI PTFI.
Optimis : Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan sambutannya dalam acara penutupan rangkaian acara HUT RI PTFI.

Manyar – Rangkaian perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia di lingkungan PT Freeport Indonesia (PTFI) ditutup melalui Gebyar One Freeport dengan semangat “Dari Timur Indonesia, Kita Bangkit Bersama”. Acara yang digelar di Hotel Aston Gresik menjadi refleksi perjalanan Freeport sekaligus menegaskan optimisme perusahaan untuk kembali bangkit, seiring persiapan start up kembali Smelter PTFI di Gresik dalam beberapa hari ke depan.

Persiapan pengoperasian kembali smelter menjadi salah satu fokus utama PTFI setelah perusahaan melalui masa penuh tantangan akibat insiden longsoran material basah di area tambang bawah tanah pada Oktober 2025. Akibat insiden ini, tujuh orang pekerja gugur dan proses pencarian para korban berlangsung selama 27 hari.

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas mengenang peristiwa tersebut sebagai salah satu masa tersulit yang dihadapi perusahaan. Selain kehilangan tujuh pekerja, insiden tersebut juga berdampak signifikan terhadap kegiatan operasional dengan estimasi kerugian mencapai sekitar USD 20–30 juta per hari.

Namun, Freeport memilih untuk bangkit dan memastikan proses pemulihan berjalan secara bertahap. Saat ini, sekitar 86 persen material basah telah berhasil dikeluarkan. Operasi block caving di area tambang bawah tanah juga mulai kembali berjalan, termasuk Big Gossan dan DMLZ, sehingga kapasitas produksi secara bertahap dapat ditingkatkan.

“Sekarang material basah sudah 86 persen dikeluarkan. Operasi block caving sudah berjalan dan DMLZ juga sudah beroperasi,” ujar Tony.

Dengan perkembangan tersebut, PTFI memproyeksikan produksi tahun ini dapat mencapai sekitar 65 persen dari kapasitas. Pada semester pertama tahun depan, kapasitas produksi ditargetkan meningkat menjadi sekitar 75 persen, sebelum mencapai 100 persen pada akhir tahun 2027.

Pemulihan produksi tersebut juga berkaitan erat dengan kesiapan fasilitas pengolahan dan pemurnian tembaga di Gresik. Hingga saat ini, PTFI masih berfokus memasok konsentrat tembaga untuk kebutuhan operasional PT Smelting. Sementara itu, Smelter PTFI di Gresik dipersiapkan untuk kembali memasuki tahap start up dalam waktu sekitar lima hari ke depan.

"Kesiapan tersebut merupakan hasil kerja keras tim PTFI serta dukungan pemerintah yang tiada henti," imbuhnya.

Dari sisi produksi, hingga saat ini smelter PTFI di Gresik telah menghasilkan sekitar 133 ribu ton katoda tembaga, dari target produksi sekitar 330 ribu ton. Untuk emas, produksi telah mencapai sekitar 8,5 ton dari target sekitar 21 ton.

“Kita akan bangkit bersama. Dari Papua, dari tambang bawah tanah terbesar di dunia, Freeport Indonesia akan bangkit lebih kuat dan bersatu. Kita akan mencapai target produksi yang pada akhirnya juga memberikan kontribusi kepada negara,” pungkas Tony.

Pada bagian yang lain, Ketua Panitia HUT RI PTFI Jemmy Purba menyampaikan, rangkaian kegiatan dirancang untuk membangun kebersamaan sekaligus menjaga semangat nasionalisme di tengah rutinitas pekerjaan.

Dalam Freeport Olympic, sebanyak 1.046 karyawan berpartisipasi dalam berbagai cabang olahraga dan permainan, mulai dari basket, esport, badminton, catur, gaple, mini soccer, tenis meja, EA FC, tenis hingga voli.

Sebanyak 310 karyawan juga terlibat dalam kegiatan kebersihan lingkungan melalui gotong royong kemerdekaan di Desa Banyuwangi Manyar. Sementara itu, 320 karyawan dan kontraktor mengikuti upacara bendera, serta sekitar 600 undangan hadir dalam Gebyar One Freeport.

Secara keseluruhan, rangkaian kegiatan tersebut mencatat 2.576 partisipasi, termasuk keterlibatan aktif 84 karyawan dalam berbagai kegiatan pendukung.

Angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan semangat kebersamaan keluarga besar PTFI di tengah padatnya aktivitas operasional. Lebih dari sekadar perayaan kemerdekaan, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkuat solidaritas dan optimisme menghadapi tantangan ke depan.

“Semoga kegiatan ini dapat menjadi sarana untuk memperkuat semangat dan keberhasilan kita dalam menyemarakkan HUT Republik Indonesia,” ujar Jemmy.

Editor : Cak Fir
one freeport smelter gresik freeport indonesia Tembaga Gebyar