TEMBAGAPURA – PT Freeport Indonesia (PTFI) memproyeksikan kontribusi kepada negara dapat menembus lebih dari Rp100 triliun per tahun ketika produksi kembali mencapai kapasitas penuh. Nilainya bahkan diperkirakan mencapai Rp120 triliun per tahun.
Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, tahun ini produksi perusahaan masih berada di kisaran 65 persen dari kapasitas. Meski demikian, kontribusi PTFI kepada negara diproyeksikan mencapai Rp47 triliun.
"Kalau sudah 100 persen kontribusi kepada negara bisa luar biasa besar, lebih dari Rp 100 triliun, mungkin Rp 120 triliun setiap tahunnya. Jadi itulah kontribusi Freeport kepada negara," kata Tony Wenas.
Tony menjelaskan, peningkatan produksi akan dilakukan secara bertahap. PTFI menargetkan produksi mencapai 75 persen pada semester I 2027, kemudian meningkat hingga 100 persen pada semester II 2027.
"Hanya bisa berproduksi 65 persen tahun ini, tapi diproyeksikan bahwa penerimaan negara dari Freeport Indonesia bisa mencapai Rp 47 triliun. Dan tahun depan tentu akan lebih tinggi lagi karena tahun depan kita akan bisa mencapai semester I itu 75 persen," jelas Tony.
Menurut Tony, peningkatan produksi saat ini masih berada dalam tahap pemulihan. PTFI juga melakukan sejumlah modifikasi terhadap peralatan produksi lantaran kondisi bijih yang lebih basah dari perkiraan sebelumnya.
"Jadi sekarang ini kan kami dalam tahap pemulihan. Tahap pemulihan terus kita lakukan, ada beberapa modifikasi alat karena ternyata bijihnya lebih basah daripada yang kita perkirakan sebelumnya. Sehingga peralatan kita perlu modifikasi sedikit," jelas Tony.
Sementara itu, sepanjang 2025 PTFI mencatat kontribusi kepada negara sekitar Rp75 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp13 triliun merupakan bagian yang diterima Pemerintah Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, serta kabupaten lainnya di Papua Tengah.
Editor : Cak Fir