Pelindo Dukung Pemkab Gresik Buka Akses Kapal RoRo ke Bawean, Siapkan Dermaga Eksisting untuk Sandar

Cak Fir • Dipublikasikan Kamis, 6 Agustus 2026 | 20:52 WIB
Dukung Penuh : Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo (tengah) menegaskan dukungannya terhadap pemerintah daerah menghadirkan layanan penyeberangan RoRo di Pelabuhan Gresik.
Dukung Penuh : Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo (tengah) menegaskan dukungannya terhadap pemerintah daerah menghadirkan layanan penyeberangan RoRo di Pelabuhan Gresik.

Kota – Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik memperkuat konektivitas transportasi laut menuju Pulau Bawean mendapat respons positif dari PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) Branch Gresik. Pelindo menyatakan siap melakukan penyesuaian layout dermaga eksisting agar dapat melayani kapal roll-on/roll-off (Ro-Ro).

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Pelindo mendukung program Pemkab Gresik untuk memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus distribusi kendaraan dan logistik dari daratan Gresik menuju Pulau Bawean.

Branch Manager PT Pelindo Multi Terminal Branch Gresik, Sutopo mengatakan, secara prinsip pihaknya siap mendukung upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan penyeberangan Ro-Ro dari Gresik. Menurut dia, kelancaran konektivitas laut menjadi kebutuhan penting bagi mobilitas masyarakat dari dan menuju Pulau Bawean.

“Kami tentu mendukung program pemerintah daerah. Tinggal bagaimana kebutuhan teknisnya nanti disesuaikan dengan kondisi dermaga yang ada,” ujar Sutopo pada acara Forum Komunikasi Media Pelabuhan Gresik, Kamis (06/08)

Menurut dia, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) sebelumnya telah melakukan survei terhadap fasilitas dermaga di Pelabuhan Gresik. Peninjauan dilakukan untuk melihat kemungkinan pengoperasian kapal Ro-Ro sehingga masyarakat Bawean yang membawa kendaraan tidak lagi harus menuju Pelabuhan Paciran, Lamongan.

Rencana menghadirkan fasilitas Ro-Ro di Pelabuhan Gresik sejatinya bukan wacana baru. Meski demikian, ada sejumlah kendala yang masih membayangi mulai dari investasi yang besar serta proses perizinan sampai Kementrian.

Kini, opsi yang disiapkan bergeser. Alih-alih membangun dermaga baru dengan investasi besar, Pelindo membuka peluang mengoptimalkan dan mengubah konfigurasi dermaga eksisting agar bisa melayani kapal Ro-Ro.

“Kalau harus membangun dermaga baru tentu membutuhkan investasi yang sangat besar. Karena itu yang kami lihat sekarang adalah bagaimana dermaga yang sudah ada ini bisa dioptimalkan dan disesuaikan agar dapat melayani kapal Ro-Ro,” kata Sutopo.

Namun, lanjut dia, penyesuaian tersebut membutuhkan sejumlah rekayasa teknis. Salah satunya terkait konfigurasi akses kendaraan dari kapal menuju dermaga. Pelindo meminta ASDP mengkaji penggunaan kapal yang memungkinkan proses bongkar muat kendaraan melalui akses samping. Sebab, konfigurasi dermaga eksisting belum memungkinkan penggunaan pola Ro-Ro konvensional dengan akses kendaraan melalui bagian depan atau belakang kapal.

“Kalau aksesnya dari depan atau belakang tentu harus menyesuaikan lagi dengan konstruksi dermaga. Salah satu opsi yang kami komunikasikan adalah akses dari samping kapal sehingga bisa menyesuaikan fasilitas yang sudah tersedia,” jelasnya.

Selain layout, persoalan kedalaman perairan juga menjadi bagian penting dalam kajian. Berdasarkan hasil peninjauan, area dermaga dinilai perlu dikeruk agar memiliki kedalaman yang memadai untuk kapal Ro-Ro. Saat ini kedalaman perairan di sekitar dermaga berada pada kisaran 3–4 meter. Kondisi tersebut perlu disesuaikan dengan draft kapal yang nantinya akan dioperasikan untuk meminimalkan risiko kapal kandas ketika masuk maupun bersandar di pelabuhan.

Dia menegaskan, penguatan konektivitas Gresik–Bawean memiliki posisi strategis karena jalur laut menjadi urat nadi masyarakat kepulauan. Pemkab Gresik sebelumnya juga mencatat gangguan pelayaran menuju Bawean dapat berdampak terhadap distribusi logistik, sembako, mobilitas warga hingga pasokan energi ke pulau tersebut.

Karena itu, kehadiran layanan Ro-Ro langsung dari Gresik berpotensi tidak hanya memangkas perjalanan masyarakat yang selama ini harus menuju Paciran ketika membawa kendaraan, tetapi juga memperkuat rantai distribusi barang menuju Bawean. Pelindo memastikan koordinasi dengan Pemkab Gresik dan ASDP akan terus dilakukan untuk mencari skema paling memungkinkan secara teknis maupun investasi.

“Kami ingin fasilitas yang ada bisa memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Sepanjang secara teknis memungkinkan dan memenuhi aspek keselamatan, tentu akan kami dukung,” pungkas Sutopo. (fir)

Editor : Cak Fir
Dermaga pelabuhan gresik pemkab gresik pelindo kapal roro