Komitmen Konservasi Mangrove Berkelanjutan, PGN Saka dan Kelompok Binaan Raih Penghargaan Gubernur Jatim

Hany Akasah • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 13:11 WIB
PGN Saka beserta 4 kelompok masyarakat binaan (Pokmaswas Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, Banyuurip, dan Pokja Pelestari Mangrove Banyuurip) secara resmi menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Ist/Radar Gresik)
PGN Saka beserta 4 kelompok masyarakat binaan (Pokmaswas Desa Pangkahwetan, Pangkahkulon, Banyuurip, dan Pokja Pelestari Mangrove Banyuurip) secara resmi menerima penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – Komitmen PT Saka Indonesia Pangkah Limited (PGN Saka) dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir membuahkan hasil manis.

PGN Saka bersama empat kelompok masyarakat binaannya sukses meraih penghargaan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada puncak peringatan Festival Mangrove ke-10 Jawa Timur di Pantai Panduri, Desa Tasikharjo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Rabu (29/7/2026).

Empat kelompok masyarakat binaan PGN Saka asal Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, yang turut menerima penghargaan tersebut yakni Pokmaswas Desa Pangkahwetan, Pokmaswas Desa Pangkahkulon, Pokmaswas Desa Banyuurip, serta Pokja Pelestari Mangrove Desa Banyuurip.

Baca Juga: Menjawab Tantangan Zaman, Integrasi Pendidikan Dini Hingga Perguruan Tinggi Jadi Komitmen Semen Indonesia Foundation Mencegah Loss Skill di Masa Depan

External Relation Supervisor PGN Saka, Subali, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas pengakuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap upaya konservasi yang telah dijalankan perusahaan secara konsisten.

"Hari ini kami PGN Saka sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Ibu Khofifah yang telah memberikan apresiasi berupa penghargaan atas program konservasi mangrove kami. Bagi PGN Saka, ini merupakan penghargaan ketiga kalinya. Lebih menggembirakan lagi, empat kelompok masyarakat binaan kami di Ujungpangkah juga menerima penghargaan. Semoga ini semakin memotivasi kami," ujar Subali.

Penyerahan penghargaan dalam ajang tahunan ini turut disaksikan oleh jajaran pejabat nasional dan daerah. Di antaranya Anggota DPD RI Lia Istifhama, Dirjen Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI Dyah Murtiningsih, serta Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup RI Hanifah Dwi Nirwana.

Baca Juga: SKK Migas Restui PGN SAKA Kembangkan Lapangan Ronggolawe, Produksi Minyak Ditargetkan Mulai 2029

Hadir pula jajaran Anggota DPRD Jawa Timur, perwakilan TNI AL, kepala daerah se-Jawa Timur, penggiat lingkungan, musisi Kaka Slank, hingga masyarakat umum. Pemerintah Kabupaten Gresik yang juga menerima penghargaan pada kesempatan tersebut diwakili langsung oleh Wakil Bupati Gresik dr. Asluchul Alif.

Keberadaan ekosistem mangrove di pesisir Ujungpangkah, khususnya di muara Bengawan Solo, sejatinya telah lama ditetapkan sebagai kawasan konservasi melalui Perda Tata Ruang Kabupaten Gresik serta penetapan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Jawa Timur. Namun, luasan ekosistem ini terus terancam akibat abrasi, konversi lahan menjadi tambak, reklamasi, hingga penebangan liar.

Menjawab tantangan tersebut, PGN Saka merancang program konservasi berbasis pemberdayaan masyarakat. Inisiatif yang telah berjalan mencakup pelatihan pembibitan mangrove bersama Rukun Nelayan dan Pokmaswas, penanaman massal secara berkala, hingga rintisan ekowisata mangrove.

Baca Juga: KLH Apresiasi Langkah PGN Saka Tanam 120 Ribu Mangrove Lindungi Pesisir Ujungpangkah Gresik

Saat ini, kebun pembibitan milik Rukun Nelayan Tirta Buana Desa Banyuurip dan Pokmaswas Muara Tangguh Desa Pangkahwetan telah mampu memproduksi ratusan ribu bibit mangrove berkualitas setiap tahunnya.

"Dalam program konservasi ini kami menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat. Bagaimana masyarakat memiliki kesadaran dan kepedulian terhadap potensi serta permasalahan lingkungan di sekitarnya," jelas Subali.

Bagi PGN Saka, program konservasi mangrove tidak sekadar pemenuhan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat (PPM). Lebih dari itu, langkah ini menjadi salah satu indikator utama kinerja lingkungan perusahaan.

Baca Juga: PGN Saka Laksanakan Program Cek Kesehatan Mata melalui Saka Peduli

Upaya pelestarian keanekaragaman hayati ini menjadi wujud beyond compliance bagi PGN Saka dalam mendukung penilaian PROPER, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) secara terintegrasi. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
kHOFIFAH Tuban Mangrove PGN Penghargaan