RADAR GRESIK - Era digital menuntut tata kelola keuangan daerah yang serba cepat, akurat, dan transparan. Menjawab tantangan tersebut, Bank Jatim Cabang Gresik bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gresik terus mempercepat digitalisasi sektor pajak daerah melalui optimalisasi teknologi tapping box.
Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakselerasi sistem tata kelola keuangan daerah yang modern demi mewujudkan visi Gresik sebagai Smart City.
Alat rekam transaksi digital tersebut dipasang langsung pada mesin kasir wajib pajak, mulai dari restoran, hotel, hingga area parkir. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap transaksi yang terjadi di lapangan akan tercatat secara otomatis dan terkirim secara real-time ke sistem Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Gresik.
Langkah digitalisasi ini terbukti efektif dalam meminimalisasi potensi kebocoran pajak sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Baca Juga: Sinergi Jaga Aset dan Tata Kelola, Bank Jatim dan Kejaksaan Negeri Gresik Resmi Teken MoU
Keberhasilan implementasi alat ini dinilai tidak lepas dari sikap kooperatif yang ditunjukkan oleh para pelaku usaha di lapangan.
Menyadari hal tersebut, Pemimpin Bank Jatim Cabang Gresik saat ini, Abdullah Basid, menyatakan komitmen penuh institusinya untuk terus mengawal perluasan teknologi ini demi transparansi publik yang lebih baik.
"Kami di Bank Jatim berkomitmen penuh untuk terus menyediakan dukungan teknologi perbankan yang andal agar setiap transaksi usaha dapat terekam secara akurat. Kerja sama digitalisasi lewat tapping box ini adalah bentuk tanggung jawab kami untuk memastikan bahwa pendapatan daerah dari sektor Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) dikelola secara akuntabel demi kemajuan bersama masyarakat Gresik," ujar Pemimpin Bank Jatim Cabang Gresik, Abdullah Basid.
Sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan tersebut, Pemkab Gresik bersama Bank Jatim dan instansi terkait menggelar acara Pemberian Apresiasi Wajib Pajak Tahap I Tahun 2026 di Menganti pada Selasa (14/07/2026).
Baca Juga: Jejak Emas Bank Jatim Cabang Gresik dalam Mendorong Inklusi dan Ekonomi Daerah
Dalam kesempatan itu, Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para wajib pajak yang mendukung penuh pemasangan alat rekam transaksi tersebut. Menurut Bupati, kepatuhan para pelaku usaha merupakan kunci utama bagi keberlanjutan pembangunan infrastruktur fisik dan pelayanan masyarakat di wilayah Gresik.
Bupati Yani menegaskan betapa krusialnya transparansi digital ini bagi pembangunan daerah. "Setiap transaksi yang tercatat secara transparan melalui tapping box ini memastikan bahwa pajak yang dibayarkan oleh konsumen benar-benar masuk ke kas daerah. PAD inilah yang kemudian kita gunakan kembali untuk melebarkan jalan-jalan utama, meningkatkan pelayanan publik, dan memutar roda perekonomian di Gresik," tegas Bupati Yani di hadapan para undangan.
Melalui komitmen berkelanjutan yang dibangun antara Bank Jatim Cabang Gresik dan Pemkab, inovasi tapping box ini diharapkan dapat terus bertambah jumlahnya di masa depan.
Perluasan target tidak hanya berhenti di sektor akomodasi, melainkan akan terus didorong untuk mencakup lebih banyak sektor usaha potensial lainnya demi mewujudkan daerah dengan tata kelola keuangan yang sepenuhnya modern, kokoh, dan transparan. (nov/han)
Editor : Hany AkasahSumber : Radar Gresik