Peringati Hari Mangrove Sedunia, Petrokimia Gresik Tanam 1.000 Bibit Mangrove di PRPM Mengare

Hany Akasah • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 11:47 WIB
Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)
Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah, Gresik. (Foto : Ist/Radar Gresik)

RADAR GRESIK – PT Petrokimia Gresik (Persero), perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding PT Pupuk Indonesia (Persero), kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir.

Bertepatan dengan peringatan Hari Mangrove Sedunia 2026, Petrokimia Gresik berpartisipasi aktif dalam gerakan Penanaman Mangrove Serentak Seluruh Indonesia yang diinisiasi Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Minggu (26/7/2026).

Di Kabupaten Gresik, Petrokimia Gresik melaksanakan penanaman sekitar 1.000 bibit mangrove secara bertahap yang dipusatkan di kawasan Pusat Restorasi dan Penanaman Mangrove (PRPM) Mengare, Desa Tanjungwidoro, Kecamatan Bungah. Kegiatan skala nasional ini sendiri berpusat di Pelabuhan Ekowisata Mangrove Batu Lumbang, Bali, dan diikuti serentak dari berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga: Jadi Sarana Wisata Edukasi, Pameran Petik Buah dan Sayur di Petro Agrifood Expo 2026 Diserbu Warga

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menyampaikan bahwa pelestarian kawasan pesisir merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

"Setiap program lingkungan yang dijalankan perusahaan dirancang untuk memberikan manfaat ekologis sekaligus dampak sosial dan ekonomi yang nyata bagi masyarakat sekitar," ujar Daconi Khotob, Senin (27/7/2026).

Daconi menjelaskan, mangrove memiliki peran strategis sebagai benteng alami dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir. Selain menjadi habitat berbagai biota laut, tanaman ini mampu menyerap karbon dalam jumlah besar, menekan laju abrasi, serta melindungi garis pantai dari erosi maupun ancaman gelombang.

Baca Juga: Peringati HAJATAN dan HUT Ke-54, Petrokimia Gresik Bersama Menko Pangan Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Ojol dan Nelayan

Ia menambahkan, filosofi akar mangrove yang kokoh sejalan dengan semangat bisnis Petrokimia Gresik dalam mendukung ketahanan pangan nasional di tengah dinamika industri global.

"Semangat mangrove mencerminkan nilai-nilai yang kami pegang. Kami ingin terus tumbuh dengan fondasi yang kuat, memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat, sekaligus menjaga keberlanjutan sektor pertanian Indonesia," tambahnya.

Partisipasi dalam aksi serentak nasional ini melengkapi jajaran program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang diusung perusahaan. Sebelumnya, Petrokimia Gresik sukses mengembangkan Ekowisata Kalam Mangrove di Desa Sukorejo yang menyulap sempadan Kali Lamong menjadi kawasan konservasi dan destinasi wisata bebas sampah.

Baca Juga: Menko Zulhas Komitmen Dorong Reformasi Sektor Logistik, Pelabuhan Petrokimia Gresik Raih Predikat Green Port Bintang Lima

Selain itu, pengembangan PRPM Mengare secara berkelanjutan juga mengedepankan pemberdayaan masyarakat lokal untuk mengurangi risiko abrasi, mendongkrak produktivitas perikanan, hingga membuka peluang ekonomi baru berbasis ekowisata terpadu.

Komitmen tersebut makin diperkuat lewat dukungan penuh pada pembangunan Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah, yang membawa Petrokimia Gresik meraih penghargaan dari KLHK RI sebagai Perusahaan Terbaik Kategori Private Sector.

Bagi Petrokimia Gresik, pelestarian lingkungan hidup adalah investasi jangka panjang demi keberlanjutan masa depan. Perusahaan berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi lintas sektor bersama pemerintah dan masyarakat.

Baca Juga: Didik Karyawan Jadi Duta Digital, Petrokimia Gresik Raih Pengakuan Nasional

"Keberlanjutan bukan sekadar komitmen, tetapi menjadi bagian dari cara Petrokimia Gresik menjalankan bisnis. Kami percaya setiap pohon mangrove yang ditanam hari ini akan menjadi warisan berharga bagi masa depan Indonesia," pungkas Daconi. (han) 

Editor : Hany Akasah
Sumber : Radar Gresik
gresik petrokimia MENGARE Mangrove bungah