Kebomas – PT Petrokimia Gresik kembali menggelar Petronite Fest (PNF) 2026 sebagai bagian dari rangkaian HUT Petrokimia Gresik ke 54. Ini merupakan upaya perusahaan dalam memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat sekaligus menghadirkan ruang rekreasi dan hiburan bagi publik. Kegiatan yang berlangsung selama sembilan hari ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, bersama jajaran direksi PT Petrokimia Gresik.
Direktur Keuangan dan Umum PT Petrokimia Gresik, Adityo Wibowo, menjelaskan Petronite Fest 2026 tidak sekadar menjadi agenda hiburan tahunan, melainkan instrumen pemberdayaan ekonomi yang dirancang untuk menciptakan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Penyelenggaraan PNF 2025 lalu mampu menghasilkan perputaran ekonomi sekitar Rp10 miliar. Pada tahun ini, capaian tersebut diproyeksikan meningkat seiring bertambahnya jumlah pelaku usaha yang terlibat serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap penyelenggaraan festival," kata Adityo.
Berdasarkan data penyelenggaraan tahun lalu, lanjut Adit, PNF 2026 mencatat rata-rata kunjungan sekitar 35 ribu orang per hari dengan total 319 ribu pengunjung selama kegiatan berlangsung. Tingginya mobilitas pengunjung tersebut menjadi indikator besarnya aktivitas ekonomi yang tercipta melalui transaksi sektor kuliner, perdagangan, dan jasa.
Pada Petronite Fest 2026, sebanyak 670 tenant berpartisipasi, terdiri atas 558 pedagang kaki lima (PKL) dan 73 stand yang menampilkan beragam produk kuliner, UMKM, serta produk unggulan lainnya. Keterlibatan ratusan pelaku usaha tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperluas akses pasar bagi pelaku ekonomi lokal.
"Penyelenggaraan PNF diarahkan sebagai bagian dari program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi warga di wilayah ring satu perusahaan. Melalui penyediaan ruang usaha yang terorganisasi, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pendapatan, serta memperluas jejaring pemasaran," imbuhnya.
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda (multiplier effect) terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Selain mendorong aktivitas perdagangan, Petronite Fest 2026 juga mengimplementasikan sistem pembayaran digital melalui QRIS bagi seluruh tenant. Langkah tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap percepatan digitalisasi transaksi sekaligus implementasi program inklusi keuangan.
"Penggunaan transaksi non-tunai diharapkan mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, serta memberikan kemudahan bagi pelaku usaha maupun masyarakat," tandasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif mengapresiasi konsistensi PT Petrokimia Gresik dalam menghadirkan program yang memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
"Petronite Fest tidak hanya menjadi ruang interaksi sosial dan hiburan, tetapi juga menjadi instrumen pembangunan ekonomi berbasis masyarakat melalui penguatan UMKM dan pelaku usaha lokal," kata Alif.
Ia berharap penyelenggaraan Petronite Fest terus berkembang sebagai agenda strategis yang mampu memperkuat ekosistem ekonomi daerah, meningkatkan daya saing UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gresik secara berkelanjutan. (fir)
Editor : Cak Fir