Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Smelter PTFI Gresik Jadi Referensi Pengelolaan Sumber Daya Mineral bagi Auditor Se-Asia

Cak Fir • Senin, 8 Juni 2026 | 14:02 WIB
Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Jenpino Ngabdi, menerima kunjungan Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik.
Wakil Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Jenpino Ngabdi menerima kunjungan Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di Smelter PTFI, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik.

Manyar – PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima kunjungan delegasi Asian Organization of Supreme Audit Institutions Working Group on Environmental Auditing (ASOSAI WGEA) bersama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia di fasilitas smelter PTFI yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik.

Kunjungan tersebut diikuti 16 delegasi dari berbagai negara Asia untuk mempelajari praktik pengelolaan sumber daya mineral, proses hilirisasi melalui pemurnian mineral bernilai tambah, serta implementasi aspek lingkungan dalam kegiatan industri pertambangan terintegrasi.

“Saya melihat yang dilakukan PTFI merupakan pencapaian yang luar biasa. PTFI mampu menunjukkan keseimbangan antara kontribusi terhadap penerimaan negara dan komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan,” kata Moeed Ali, perwakilan Lembaga Pemeriksa Keuangan Negara (Supreme Audit Institution/SAI) Pakistan, Direktur Jenderal Audit (Perubahan Iklim dan Lingkungan) saat kunjungan ke smelter PTFI, Rabu, (03/06) kemarin.

ASOSAI WGEA merupakan kelompok kerja di bawah Asian Organization of Supreme Audit Institutions (ASOSAI) yang berfokus pada penguatan kapasitas lembaga pemeriksa keuangan negara di kawasan Asia dalam bidang audit lingkungan. Saat ini, organisasi tersebut beranggotakan sekitar 32 negara, antara lain Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Thailand, India, Tiongkok, Indonesia, Korea Selatan, Jepang, Rusia, serta sejumlah negara lainnya.

Kelompok kerja ini memiliki mandat untuk memperkuat pemahaman dan kolaborasi antaranggota melalui pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik dalam audit lingkungan. Selain itu, ASOSAI WGEA secara berkelanjutan memfasilitasi program pelatihan dan pengembangan kapasitas guna meningkatkan kualitas audit lingkungan yang dilakukan lembaga pemeriksa negara.

Perwakilan BPK menjelaskan bahwa kunjungan ke smelter PTFI merupakan bagian dari rangkaian Kick-Off Meeting ASOSAI Working Group on Environmental Auditing (WGEA) 7th Cooperative Environmental Audit yang berlangsung di Surabaya pada 2–4 Juni 2026.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai negara, yakni Tiongkok, Papua Nugini, Oman, Myanmar, Pakistan, dan Indonesia. Melalui agenda tersebut, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran audit sektor publik dalam mendukung tata kelola sumber daya alam yang akuntabel, transparan, dan berkelanjutan.

"Kami sangat terhormat menerima kunjungan dari ASOSAI WGEA dan BPK RI. Kehadiran para peserta ini merupakan bentuk pengakuan terhadap implementasi good governance serta komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan terintegrasi hulu-hilir yang berkelanjutan," kata Wakil Presiden Direktur PTFI Jenpino Ngabdi.

Dalam sesi pemaparan, Jenpino menjelaskan model operasional pertambangan terintegrasi yang dijalankan PTFI, mulai dari aktivitas penambangan, pengolahan, hingga pemurnian mineral melalui fasilitas smelter. Model bisnis terintegrasi tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam menciptakan nilai tambah sumber daya mineral di dalam negeri sekaligus mendukung agenda hilirisasi nasional.

Selain aspek operasional, diskusi juga menyoroti penerapan manajemen lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola perusahaan yang baik (good governance), serta berbagai program keberlanjutan yang diimplementasikan dalam kegiatan operasional perusahaan.

Usai sesi diskusi, para delegasi melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas smelter untuk melihat secara langsung proses pemurnian mineral, penerapan teknologi industri, sistem keselamatan kerja, serta berbagai inisiatif perlindungan lingkungan yang diterapkan dalam operasional smelter PTFI.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pertukaran pengetahuan antarnegara terkait praktik pengelolaan sumber daya alam yang bertanggung jawab, sekaligus menunjukkan peran hilirisasi industri mineral dalam menciptakan nilai tambah ekonomi dengan tetap memperhatikan prinsip keberlanjutan lingkungan. (fir)

Editor : Cak Fir
#auditor #Smelter #ptfi #Freeport