RADAR GRESIK – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) sukses memperkuat konektivitas pelayaran internasionalnya di pertengahan tahun ini.
Anak usaha Subholding Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) tersebut resmi menyambut pelayaran perdana (maiden voyage) kapal MV WANTAI/WANT001 yang dioperasikan oleh perusahaan pelayaran global, X-Press Feeders.
Kapal petikemas raksasa tersebut bersandar mulus di Terminal Petikemas (TPK) Teluk Lamong pada Senin (1/6/2026) pukul 22.30 WIB. Bersandarnya MV WANTAI menandai dibukanya layanan baru bertajuk SCJX (South China Java Express) Service, yang dijadwalkan akan melayani rute internasional tersebut secara rutin setiap pekan.
Baca Juga: Perkuat Komitmen Sosial, PT Terminal Teluk Lamong Sebar Puluhan Hewan Kurban di Surabaya dan Gresik
Kehadiran rute SCJX ini menjadi torehan manis bagi TTL, lantaran tercatat sebagai layanan internasional baru kedua yang berhasil ditembus TPK Teluk Lamong sepanjang tahun 2026. Langkah strategis ini diproyeksikan bakal mempercepat dan memperkuat akses perdagangan langsung (direct call) antara gerbang ekonomi Surabaya dengan sejumlah pelabuhan utama di Tiongkok Selatan.
Sebagai informasi, MV WANTAI merupakan kapal petikemas modern berbendera Liberia. Kapal ini memiliki spesifikasi yang cukup masif dengan panjang keseluruhan (Length Overall/LOA) mencapai 210 meter, lebar (beam) 32 meter, serta bobot mati (Deadweight Tonnage/DWT) sebesar 38.250 ton.
Dengan kapasitas angkut maksimal hingga 2.902 TEUs, TPK Teluk Lamong langsung membuktikan keandalan operasionalnya pada pelayaran perdana ini dengan melayani kegiatan bongkar muat komoditas sebanyak 1.250 TEUs.
Baca Juga: Langkah Progresif Green Port: Terminal Teluk Lamong Gandeng BRIN Cetak Gardener Melek Sains
Adapun rotasi rute reguler yang akan diarungi oleh layanan SCJX ini meliputi: Jakarta – Surabaya – Yantian – Xiamen (OGT) – Xiamen (HTN) – Nansha. Lewat jalur konektivitas ini, para pelaku usaha di Indonesia Timur kini mengantongi alternatif logistik yang jauh lebih kompetitif guna menopang arus ekspor maupun impor, terutama yang mengarah ke berbagai kawasan industri dan pusat perdagangan utama di Tiongkok Selatan.
Terminal Head TPK Teluk Lamong, Capt. Pierre Rochel T., menegaskan bahwa bergabungnya layanan SCJX dari X-Press Feeders ini semakin mengukuhkan posisi tawar TPK Teluk Lamong sebagai hub atau gerbang perdagangan internasional utama di wilayah Indonesia Timur.
“Kehadiran layanan SCJX memberikan alternatif konektivitas yang semakin kompetitif bagi para eksportir dan importir. Kami menyambut baik kepercayaan besar yang diberikan oleh X-Press Feeders untuk menjadikan TPK Teluk Lamong sebagai salah satu pelabuhan singgah dalam layanan internasional ini,” kata Pierre, Rabu (3/6/2026).
Baca Juga: Gandeng BRIN, Terminal Teluk Lamong Sulap Pelabuhan Jadi Oase Konservasi Titik Hijau
Pierre menambahkan, tren bertambahnya layanan internasional reguler ke TTL menjadi indikator kuat bahwa perusahaan pelayaran global menaruh kepercayaan tinggi terhadap kualitas layanan, produktivitas, serta keandalan operasional yang disuguhkan Teluk Lamong.
“Kami berkomitmen untuk terus menjaga ritme produktivitas tinggi dan memberikan kepastian pelayanan. Hal ini penting demi mendukung kebutuhan pelanggan serta memacu pertumbuhan perdagangan internasional melalui Surabaya,” tambahnya.
Apresiasi terhadap performa terminal semi-otomatis ini juga datang dari nakhoda MV WANTAI, Captain Wang Yongfu. Di sela aktivitas bongkar muat, ia menyatakan kekagumannya terhadap efisiensi dan kebersihan di lingkungan kerja TPK Teluk Lamong.
Baca Juga: PT Terminal Teluk Lamong Catat Lonjakan Arus Petikemas Internasional hingga 91 Persen
“Teluk Lamong memberikan kesan yang sangat baik bagi kami kru kapal. Lingkungannya bersih, operasionalnya sangat tertata rapi, dan komitmen konsep green port yang diterapkan di sini sangat terlihat jelas di lapangan,” ungkap Captain Wang Yongfu.
Ekspansi rute baru ini berjalan selaras dengan visi jangka panjang TPK Teluk Lamong untuk terus mendongkrak konektivitas maritim, memperluas jejaring global, serta menekan biaya logistik dalam rangka efisiensi rantai pasok nasional.
Sebagai pionir terminal petikemas semi-otomatis pertama di Indonesia yang konsisten mengusung konsep ramah lingkungan (green port), TPK Teluk Lamong terus berkomitmen menghadirkan inovasi layanan yang andal, aman, efisien, dan berkelanjutan bagi seluruh pengguna jasa dunia pelayaran. (han)
Editor : Hany Akasah