Kebomas – Pengelolaan sampah dan konservasi air semakin menjadi perhatian di tengah meningkatnya tekanan lingkungan di kawasan perkotaan. Upaya memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi tantangan tersebut dilakukan melalui program penguatan kader Masyarakat Berdaya Peduli Lingkungan (MASBERLING) binaan PT Petro Oxo Nusantara (PT PON) di Malang, Rabu (20/5).
Kegiatan yang berlangsung di Rumah Prestasi Go Green itu dikemas dalam bentuk pelatihan dan studi lapangan ke Kampung Semar, salah satu kawasan edukasi lingkungan di Kota Malang yang dikenal berhasil membangun budaya pengelolaan sampah dan kebersihan berbasis partisipasi warga.
Dalam kegiatan tersebut, para kader mendapatkan pemahaman mengenai pengelolaan sampah organik, penerapan teknologi biopori, hingga konsep konservasi air melalui sumur resapan atau yang dikenal sebagai “tabungan air”. Metode tersebut dinilai efektif meningkatkan daya serap tanah sekaligus mengurangi risiko genangan saat intensitas hujan tinggi.
Selain itu, peserta mempelajari pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk bernilai guna. Mulai dari pengolahan kompos hingga budidaya maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak maupun perikanan. Pendekatan ini menjadi bagian dari praktik ekonomi sirkular yang mulai banyak diterapkan untuk menekan volume sampah sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru di tingkat masyarakat.
Para kader juga memperoleh pembelajaran langsung dari Ir. Bambang Irianto, penggerak lingkungan yang dikenal melalui pengembangan program konservasi air dan pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat di kawasan Glintung, Malang. Model yang dikembangkannya berhasil mengubah kawasan yang sebelumnya rentan banjir menjadi lingkungan yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan mendapat berbagai penghargaan, termasuk Kalpataru.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas masyarakat dalam mengelola persoalan lingkungan secara mandiri. Pendekatan berbasis komunitas dinilai memiliki peran penting dalam menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan, terutama pada isu pengelolaan sampah dan ketahanan sumber daya air.
Melalui transfer pengetahuan dan praktik lapangan, kader MASBERLING diharapkan dapat mengadaptasi berbagai metode yang telah diterapkan di Malang untuk menjawab tantangan lingkungan di wilayah masing-masing. Langkah tersebut sekaligus menunjukkan bahwa solusi atas persoalan sampah dan banjir tidak selalu bergantung pada investasi infrastruktur berskala besar, melainkan juga pada perubahan perilaku dan keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Bagi kalangan industri, penguatan kapasitas masyarakat di sekitar wilayah operasional menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya pembangunan yang berkelanjutan. Selain meningkatkan kualitas lingkungan, pendekatan tersebut turut memperkuat ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan ekologis di masa depan.
Editor : Cak Fir