Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Gerai KFC Gresik Tutup, Warga Kota Santri Banjiri Medsos dengan Nostalgia

Cak Fir • Minggu, 5 April 2026 | 16:14 WIB
Tutup Gerai : Restoran cepat saji KFC Gresik resmi menutup gerainya per April 2026.
Tutup Gerai : Restoran cepat saji KFC Gresik resmi menutup gerainya per April 2026.
Kebomas – Kabar penutupan gerai KFC di Jalan Dr Wahidin Sudiro Husodo bikin warga Gresik heboh. Mendadak timeline media sosial warga kota Santri dipenuhi kenangan dan nostalgia di resto ayam siap saji itu.

Sejak diumumkan tutup per 1 April 2026, warga Kota Santri ramai-ramai mengunggah foto dan video lama. Mulai dari momen makan bareng keluarga, nongkrong sepulang sekolah, sampai kenangan traktiran pertama. Bagi warga Kota Sumpek, KFC Gresik bukan sekadar tempat makan melainkan bagian dari cerita hidup warga.

“Dulu tiap habis gajian pasti ke sini,” tulis Agung Sebastian salah satu warganet.

Tidak sedikit warganet yang mengenang masa pacaran, bahkan yang hanya menumpang WiFi sembari mengerjakan berbagai tugas.

Nah, di balik suasana haru itu, ternyata ada alasan bisnis yang tidak banyak diketahui warga. Salah satunya masa sewa tempat KFC Gresik memang sudah habis per 30 Maret 2026. Manajemen memilih tidak melanjutkan kontrak sebagai bagian dari strategi perusahaan.

Perusahaan pengelola KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) memang sedang melakukan penataan ulang. Beberapa gerai di berbagai kota juga ikut ditutup. Direktur FAST, Wahyudi Martono, sebelumnya menjelaskan penutupan ini dilakukan karena penjualan di beberapa tempat belum benar-benar pulih sejak pandemi. 

Dari perspektif keuangan, FAST masih berada dalam fase pemulihan, meskipun menunjukkan perbaikan indikator kinerja. Pada semester I 2025, rugi bersih tercatat sebesar Rp 138,75 miliar, mengalami kontraksi signifikan sebesar 60 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp 348,83 miliar. Penurunan kerugian ini mengindikasikan adanya efektivitas strategi efisiensi yang mulai terinternalisasi dalam struktur biaya perusahaan.

Di sisi pendapatan, FAST membukukan Rp 2,40 triliun, mengalami koreksi 3,12 persen secara tahunan. Meskipun demikian, penurunan beban pokok penjualan dari Rp 1,05 triliun menjadi Rp 961,44 miliar berhasil meningkatkan laba bruto dari Rp 1,42 triliun menjadi Rp 1,44 triliun. Hal ini menunjukkan adanya perbaikan margin usaha sebagai hasil dari optimalisasi biaya dan efisiensi operasional.

Untuk memperkuat struktur permodalan dan menjaga likuiditas, pemegang saham utama FAST, yakni keluarga Gelael bersama Anthoni Salim, telah melakukan injeksi modal sebesar Rp 40 miliar melalui skema private placement. Langkah ini menjadi indikator komitmen pemegang saham dalam menjaga kesinambungan usaha di tengah tekanan industri. (fir)

Editor : Cak Fir
#Santri #Ayam #resto #gresik #Tutup