Ekonomi & Bisnis Features Gaya Hidup Hukum dan Kriminal Jatim Kebo Giras Kesehatan Kota Gresik Moncer Seru Olahraga Pendidikan Peristiwa Person of The Year Pojok Perkoro

Bangun Daya Saing Lokal, Freeport Perluas Pelatihan Kerja dan Akses Air Bersih Bagi Warga Gresik

Muhammad Firman Syah • Sabtu, 28 Februari 2026 | 04:19 WIB

PT Freeport Indonesia menjalankan sejumlah program prioritas untuk warga yang ada di wilayah ring satu.
PT Freeport Indonesia menjalankan sejumlah program prioritas untuk warga yang ada di wilayah ring satu.

Kebomas - PT Freeport Indonesia (PTFI) terus berkomitmen membangun ekosistem sosial ekonomi berkelanjutan di wilayah ring satu Smelter Manyar Gresik. Melalui pendekatan CSR berbasis pemberdayaan dan peningkatan kapasitas, perusahaan tidak hanya menyalurkan bantuan, tetapi mendorong transformasi struktural masyarakat sekitar kawasan industri.

Superintendent CSR PTFI, Nana Suharna menjelaskan, saat ini terdapat enam program sosial yang tengah berjalan dengan fokus utama pada pemberdayaan UMKM, peningkatan kapasitas tenaga kerja, serta akses air bersih dan sanitasi.

Untuk sektor UMKM, PTFI menjalankan tiga program utama. Pertama, program Jawara yang menyasar pelaku usaha tanpa melihat latar belakang pendidikan, gender, maupun pengalaman.

“Kami tidak melihat latar belakang pendidikan, gender, atau pengalaman. Yang penting mereka punya semangat wirausaha. Tugas kami adalah memperkuat kapasitasnya agar usahanya bisa naik kelas,” ujar Nana.

 

Program kedua adalah Srikandi Preneur yang khusus menyasar perempuan wirausaha. Program ini dirancang untuk mencetak pengusaha perempuan yang mandiri dan mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Kami mendorong lahirnya pengusaha perempuan yang mandiri dan produktif, sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi keluarga," imbuhnya.

Program ketiga, E-Bestari (BUMDes Lestari dan Mandiri), diarahkan untuk mengoptimalkan peran Badan Usaha Milik Desa di sekitar ring satu perusahaan. PTFI menilai banyak BUMDes belum maksimal dalam menentukan model bisnis dan strategi pengembangan usaha.

“Melalui pelatihan dan pendampingan, kami dorong BUMDes agar punya ide baru, tidak stagnan, dan mampu melihat peluang usaha yang sesuai potensi desanya,” jelas Nana.

Sementara sektor ketenagakerjaan, PTFI menjalankan pelatihan vokasi dan sertifikasi kompetensi bekerja sama dengan Disnaker dan lembaga sertifikasi nasional. Dalam dua tahun terakhir, sebanyak 740 warga Gresik telah mengikuti pelatihan dan memperoleh sertifikasi resmi.

“Dengan sertifikasi, mereka punya daya saing. Industri di Gresik terus berkembang, kami ingin masyarakat ring satu punya kesempatan lebih besar untuk masuk ke sektor tersebut,” katanya.

Baca Juga: Dari Papua ke Gresik, Tarian Kolosal Freeport Indonesia Jadi Cerminan Keberhasilan Pembangunan Nasional

Tahun ini, program tersebut akan dilanjutkan dengan target tambahan 160 peserta. Selain itu, PTFI juga menginisiasi program pendidikan setara Paket C bagi warga usia di atas 36 tahun yang tidak lagi memenuhi batas usia program pemerintah.

“Banyak warga yang tidak bisa ikut pelatihan vokasi karena terkendala ijazah SMA. Kami coba selesaikan dari hulunya melalui program pendidikan kesetaraan,” ungkapnya.

Lebih lanjut di bidang kesehatan lingkungan, PTFI bersama PDAM dan yayasan mitra menyalurkan akses air bersih ke sejumlah desa yang sebelumnya masih menggunakan sumber air dengan kualitas kurang layak. Program perbaikan sanitasi dan pembangunan fasilitas MCK juga dilakukan.

“Harapan kami sederhana tapi fundamental. Dengan akses air bersih dan sanitasi yang baik, kesehatan meningkat, produktivitas naik, dan kesejahteraan masyarakat ring satu semakin kuat,” tutup Nana.

Editor : Cak Fir