RADAR GRESIK - Inovasi pengelolaan limbah berbasis pendidikan kembali lahir di Kabupaten Gresik. PT Pertamina Lubricants (PTPL) melalui Program CSR Pertamina Lubricants Production Unit Gresik dan Safety Education secara resmi meresmikan Program Bengkel Sampah di SMK Manbaul Ulum Kebomas, Kamis (5/2).
Program ini dirancang bukan sekadar tempat pembuangan, melainkan ruang pembelajaran berbasis praktik yang mendorong siswa mengolah limbah menjadi produk bernilai tambah sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan sejak dini.
Senior CSR Officer PT Pertamina Lubricants, Asep Saputra, menyampaikan bahwa Bengkel Sampah merupakan wujud nyata kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan.
Fokus utamanya adalah membentuk generasi yang tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan tinggi terhadap kelestarian lingkungan.
"SMK Manbaul Ulum menunjukkan pendekatan pembelajaran yang progresif. Mereka mampu mengubah pola pikir, dari melihat limbah sebagai masalah menjadi produk bernilai guna dan ekonomi," ujar Asep dalam sambutannya.
Kepala SMK Manbaul Ulum Kebomas, Rizky, mengungkapkan rasa bangganya terhadap para siswa. Meski sekolah tersebut tidak memiliki jurusan khusus pengelasan atau permesinan, para siswa berhasil menciptakan berbagai produk kreatif yang fungsional.
Beberapa produk yang sudah dihasilkan antara lain asbak rokok estetik berbahan tong oli bekas, hingga meja dan perabot rumah tangga yang memanfaatkan limbah plastik.
"Walaupun jurusan kami tidak secara khusus mendukung pengelasan atau permesinan, anak-anak belajar dengan keterbatasan. Semangat mereka justru melampaui itu. Kehadiran Bengkel Sampah ini sangat sejalan dengan komitmen kami dalam membentuk karakter dan keterampilan peserta didik," ungkap Rizky.
Sementara itu Kasi Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik Provinsi Jawa Timur, Joko Sutopo, turut memberikan apresiasi tinggi atas kesungguhan pihak sekolah dalam menggandeng dunia industri.
"Kami berharap kolaborasi ini dapat memberikan manfaat yang lebih luas, baik dalam pengelolaan lingkungan, peningkatan kualitas pendidikan, maupun daya saing lulusan agar siap masuk ke dunia kerja atau berwirausaha," tutur Joko.
Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita secara simbolis, dilanjutkan dengan peninjauan langsung ke area bengkel. Sebagai penutup rangkaian acara, PT Pertamina Lubricants memberikan sesi sharing Safe Work Practice.
Sesi ini bertujuan membekali siswa dengan pemahaman mendalam mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Siswa diajarkan cara mengenali risiko kerja serta menerapkan sikap profesional sesuai standar industri saat melakukan aktivitas di bengkel, terutama dalam mengolah limbah.
Melalui Program Bengkel Sampah ini, PT Pertamina Lubricants berharap dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan sekitar, sekaligus menjadi model praktik baik (best practice) dalam pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Gresik, Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, pimpinan Yayasan Pendidikan Islam Manbaul Ulum, serta berbagai mitra terkait lainnya. (rir)
Editor : Hany Akasah